JAKARTA – Kesuburan pria tidak hanya dipengaruhi oleh usia atau kondisi medis, tetapi juga oleh gaya hidup sehari-hari. Berbagai kebiasaan yang tampak sepele ternyata dapat memengaruhi jumlah, kualitas, hingga pergerakan sperma.

Menjaga kualitas sperma menjadi salah satu faktor penting bagi kesehatan reproduksi pria, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Berikut sembilan kebiasaan yang dapat menurunkan kesuburan pria.

1. Merokok

Merokok menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas sperma. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat mengurangi jumlah sperma sekaligus meningkatkan risiko kerusakan DNA sperma.

Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu memperbaiki kesehatan reproduksi secara bertahap.

2. Terlalu Sering Mengonsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan kadar hormon testosteron, mengganggu produksi sperma, serta memengaruhi fungsi seksual.

Jika sedang menjalani program kehamilan, sebaiknya batasi atau hentikan konsumsi alkohol.

3. Mengalami Stres Berkepanjangan

Stres kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berperan dalam sistem reproduksi pria.

Selain memengaruhi produksi sperma, tekanan emosional juga dapat menurunkan gairah seksual dan memengaruhi hubungan dengan pasangan.

4. Pola Tidur yang Buruk

Tidur terlalu sedikit maupun terlalu lama sama-sama dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi, usahakan tidur selama 7–8 jam setiap malam dengan jadwal yang konsisten.

5. Menggunakan Steroid atau Narkoba

Penggunaan steroid anabolik, suplemen testosteron tanpa pengawasan dokter, maupun narkoba seperti ganja dan kokain dapat menghambat pembentukan sperma.

Pada beberapa kasus, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

6. Membiarkan Area Testis Terlalu Panas

Produksi sperma berlangsung optimal pada suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan suhu tubuh.

Kebiasaan memangku laptop terlalu lama, sering berendam air panas, memakai pakaian dalam yang terlalu ketat, atau duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu di area testis sehingga memengaruhi kualitas sperma.

7. Berat Badan Berlebih

Obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon testosteron yang berperan penting dalam produksi sperma.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu mempertahankan kesuburan.

8. Pola Makan Tidak Sehat

Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan daging merah dapat berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah, sayuran, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan kaya antioksidan untuk membantu melindungi sperma dari kerusakan.

9. Kurang Bergerak atau Olahraga Berlebihan

Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan kualitas sperma.

Namun, olahraga dengan intensitas yang terlalu tinggi tanpa waktu pemulihan yang cukup juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesuburan.

Karena itu, lakukan olahraga secara seimbang sesuai kondisi tubuh.

Cara Menjaga Kesuburan Pria

Selain menghindari berbagai kebiasaan di atas, pria juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, serta tidur yang cukup setiap malam.

Apabila mengalami gangguan kesuburan atau kesulitan memperoleh keturunan setelah rutin berhubungan tanpa kontrasepsi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.