JAKARTA — Baterai HP terasa cepat habis meski kapasitasnya cukup besar? Penyebabnya bisa berasal dari aplikasi yang terus bekerja di latar belakang, termasuk sejumlah aplikasi buatan Google yang biasanya sudah terpasang secara default.

Kapasitas baterai ponsel memang terus meningkat. Namun, daya tahan perangkat tidak hanya ditentukan oleh besarnya baterai.

Aktivitas aplikasi juga berpengaruh karena beberapa di antaranya terus menggunakan layar, koneksi internet, prosesor, GPS, atau menjalankan layanan tertentu di latar belakang.

Selain aplikasi media sosial seperti TikTok, Facebook, Snapchat, dan Instagram, sejumlah aplikasi Google juga berpotensi mengonsumsi banyak daya.

Dikutip dari BGR, berikut lima aplikasi Google yang dapat menguras baterai ponsel beserta cara mengurangi konsumsinya.

1. YouTube

YouTube termasuk aplikasi yang banyak mengonsumsi daya karena proses pemutaran video melibatkan sejumlah komponen ponsel secara bersamaan.

Koneksi WiFi atau data seluler terus digunakan untuk mengunduh video dari server. Pada saat yang sama, layar harus tetap menyala dan prosesor bekerja untuk menerjemahkan atau mendekode video.

Memutar video beresolusi tinggi seperti 4K juga dapat memberikan beban tambahan pada baterai.

Salah satu cara mengurangi konsumsi daya adalah dengan mematikan pemutaran otomatis pratinjau video.

Pada Android, buka aplikasi YouTube, ketuk ikon profil, pilih Settings, kemudian masuk ke General > Playback in feeds > Off.

Pada iPhone, buka profil dan pilih Settings > Playback > Playback in feeds > Off.

Pengguna Android juga dapat membuka Settings > Apps > YouTube > App battery usage, kemudian menonaktifkan Allow background usage.

Sementara pada iPhone, buka Settings > Apps > YouTube, lalu matikan Background App Refresh.

2. Google Chrome

Google Chrome juga dapat menguras baterai karena menjalankan sejumlah proses di latar belakang, termasuk mengirim dan menerima data dari server.

Fitur pemuatan halaman lebih awal atau page preloading serta sinkronisasi antarperangkat juga dapat menambah penggunaan daya.

Chrome versi ponsel tidak memiliki mode penghemat energi khusus seperti yang tersedia pada versi komputer. Meski demikian, pengguna masih dapat membatasi aktivitas aplikasi di latar belakang.

Pada Android, buka Settings > Apps > Chrome > App battery usage, kemudian matikan Allow background usage.

Pengguna iPhone dapat membuka Settings > Apps > Chrome, lalu menonaktifkan Background App Refresh.

Untuk mematikan pemuatan halaman lebih awal di Android, buka Chrome, ketuk ikon tiga titik, kemudian pilih Settings > Privacy and security > Preload pages > No preloading.

3. Google Maps

Penggunaan Google Maps juga dapat memakan banyak daya karena aplikasi terus memanfaatkan GPS untuk memantau lokasi pengguna.

Ketika navigasi berlangsung, Google Maps juga menggunakan koneksi internet sekaligus membuat layar tetap menyala untuk menampilkan petunjuk arah.

Fitur seperti Live View, informasi lalu lintas realtime, serta berbagai proses di latar belakang turut meningkatkan konsumsi daya.

Google menyediakan mode Power Saving pada Google Maps. Namun, fitur tersebut hanya tersedia pada Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold dalam mode berkendara.

Pada perangkat yang didukung, fitur tersebut aktif secara bawaan dan dapat digunakan dengan menekan tombol daya saat berkendara.

Pengguna perangkat lain dapat menghemat baterai dengan mengunduh peta untuk digunakan secara luring, menurunkan tingkat kecerahan layar, serta membatasi aktivitas Google Maps di latar belakang.

Pada Android, buka Settings > Apps > Maps > App battery usage, kemudian matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Google Maps, lalu nonaktifkan Background App Refresh.

4. Gmail

Gmail dapat menguras baterai karena terus melakukan sinkronisasi surat elektronik dan memeriksa pesan baru di latar belakang.

Proses tersebut membutuhkan koneksi internet dan tenaga pemrosesan. Notifikasi pesan yang masuk juga dapat membuat layar ponsel menyala.

Penggunaan daya berpotensi bertambah apabila pengguna memasukkan beberapa akun email yang terus disinkronkan secara bersamaan.

Untuk mengurangi konsumsi baterai pada Android, buka Settings > Apps > Gmail > App battery usage, kemudian matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Gmail, lalu nonaktifkan Background App Refresh.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pembatasan aktivitas tersebut dapat menyebabkan notifikasi atau pembaruan email tidak muncul secepat sebelumnya.

5. Google Home

Google Home dapat mengonsumsi banyak daya karena terus melakukan sinkronisasi dengan layanan komputasi awan.

Aplikasi tersebut juga memiliki fitur presence sensing yang menggunakan lokasi ponsel untuk mengetahui apakah pengguna sedang berada di rumah atau pergi.

Agar fitur tersebut dapat bekerja, Google Home membutuhkan izin untuk mengakses lokasi secara terus-menerus. Penggunaan GPS di latar belakang dapat membuat baterai lebih cepat habis.

Untuk mematikan akses lokasi pada Android, buka Settings > Apps > Home > Permissions > Location, kemudian pilih Don’t allow.

Pengguna iPhone dapat membuka Settings > Apps > Google Home > Location, lalu pilih Never.

Aktivitas latar belakang juga dapat dibatasi dengan mematikan Background App Refresh pada iPhone atau Allow background usage melalui pengaturan aplikasi di Android.

Perlu diingat, membatasi aktivitas di latar belakang atau akses lokasi dapat menyebabkan sebagian fitur aplikasi tidak bekerja secara optimal.

Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan pengaturan berdasarkan aplikasi dan fitur yang memang dibutuhkan sehari-hari.