JAKARTA – Liverpool kalah 2-3 dari AS Monaco dalam pertandingan uji coba pramusim di Stadion Anfield, Minggu (9/8). Pelatih AS Monaco, Andoni Iraola, menilai kondisi fisik pemain Liverpool belum memungkinkan mereka mempertahankan level permainan selama 90 menit.
Liverpool sebenarnya tampil meyakinkan pada babak pertama. The Reds bahkan sempat unggul 2-0 melalui gol Alexander Isak dan Florian Writz.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
AS Monaco memperkecil ketertinggalan melalui Aleksandr Golovin sebelum Mika Biereth menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Monaco kemudian memastikan kemenangan comeback melalui gol Paris Brunner.
Kekalahan tersebut menjadi kekalahan kedua Liverpool secara beruntun dalam empat pertandingan pramusim. Sebelumnya, Liverpool dikalahkan Leeds United dengan skor 2-4.
Liverpool Kehilangan Energi di Babak Kedua
Iraola menilai Liverpool mampu tampil sangat baik pada awal pertandingan. Namun, performa tersebut menurun ketika pertandingan memasuki babak kedua.
“Saya rasa kami bermain sangat baik di babak pertama, terutama pada 30 menit awal, namun saat ini kami mungkin belum memiliki kapasitas yang cukup untuk mempertahankan level permainan seperti itu. Kemudian, mereka tampil jauh lebih baik di babak kedua,” ujar Iraola dikutip dari ESPN.
Menurut Iraola, perubahan permainan kedua tim membuat Monaco akhirnya mampu membalikkan keadaan.
“Dengan cara yang sama, kami yang tampil lebih baik di babak pertama, mereka jauh lebih baik di babak kedua, dan ya, mereka memang pantas membalikkan keadaan,” tutur Iraola menambahkan.
Kondisi Fisik Pemain Liverpool Belum 90 Menit
Sejumlah pemain senior Liverpool seperti Virgil van Dijk dan kiper Alisson Becker baru menjalani pertandingan pramusim pertama bersama tim.
Iraola menilai kondisi fisik para pemain Liverpool saat ini berbeda-beda. Namun, sebagian besar dinilai berada dalam kondisi yang cukup baik.
“Menurut saya, kondisi mereka bervariasi, namun sebagian besar berada dalam kondisi yang baik. Saya rasa para pemain yang baru menjalani pertandingan pertama, atau bahkan yang kedua, memiliki energi yang cukup,” ucap Iraola.
Persoalan muncul ketika pemain harus mempertahankan intensitas permainan hingga akhir pertandingan.
“Masalahnya saat ini adalah mereka mungkin belum memiliki energi untuk bermain penuh selama 90 menit dan mulai kelelahan. Kami butuh waktu dan lebih banyak sesi latihan bersama mereka,” kata Iraola melanjutkan.
Hasil pertandingan melawan Monaco menjadi bagian dari proses persiapan Liverpool menjelang musim kompetisi baru.
Kondisi fisik pemain masih menjadi salah satu aspek yang perlu dibangun melalui pertandingan dan sesi latihan pramusim sebelum kompetisi resmi dimulai.

