Jakarta — Penerbangan Ryanair rute Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, baru mengudara kurang dari 10 menit ketika jendela kabin pesawat pecah dan seorang penumpang tersedot sebagian ke luar pada 10 Juli lalu.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) merilis laporan awal insiden tersebut pada Kamis (13/8), yang memerinci rangkaian kejadian di kokpit serta kerusakan yang ditemukan pada pesawat.
Tujuh setengah menit setelah lepas landas, pilot menerima peringatan mengenai getaran mesin yang tinggi. Hampir dua menit kemudian, getaran tersebut meningkat secara signifikan.
Pilot kemudian “mendengar dentuman keras” bersamaan dengan terputusnya autopilot, seperti tertulis dalam laporan NTSB yang dikutip CNN, Jumat (14/8).
Pesawat Boeing 737-8AS berusia 18 tahun itu sedang terbang pada ketinggian sekitar 16.000 kaki di wilayah udara Yunani ketika jendela kabin pecah.
Pesawat kemudian kembali ke Thessaloniki untuk melakukan pendaratan darurat.
Penumpang Kursi 11F Tersedot Keluar
Penumpang bernama Ljubisa Karovic (61) yang duduk di kursi 11F mengalami luka serius setelah kepala dan bahunya tersedot keluar melalui jendela yang pecah.
Istri Karovic menuturkan kepada Reuters, sebagaimana diberitakan CNN, bahwa dirinya bersama seorang pramugari menarik Karovic kembali ke dalam pesawat.
NTSB dalam laporan awalnya menyebut penumpang tersebut “tersangkut sebagian di jendela kabin yang rusak”.
Insiden itu terjadi ketika pesawat mengalami kerusakan pada mesin nomor 2.
“Pemeriksaan terhadap pesawat mengungkap bahwa mesin No. 2, model CFM International CFM56-7B26, mengalami terlepasnya bilah kipas yang mengakibatkan serpihan mesin menghantam badan pesawat dan stabilizer horizontal kanan,” bunyi laporan tersebut.
Serpihan dari mesin merobek logam di sekitar mesin, memecahkan jendela di baris 11, meninggalkan penyok di dekat baris 8, melubangi badan pesawat di bawah sayap, serta menggores bagian ekor.
NTSB juga menemukan bukti retak lelah pada sisa bilah kipas yang terlepas. Keretakan tersebut merupakan kerusakan bertahap pada logam akibat tekanan berulang.
Selain itu, delapan bilah kipas lainnya ditemukan mengalami perubahan bentuk pada bagian tepi depan.
Ada Sisa Burung di Mesin
Penyelidikan NTSB juga menemukan sisa burung dan bulu di dalam mesin yang rusak. Namun, belum diketahui kapan pesawat tersebut terakhir mengalami tabrakan dengan burung.
Dalam satu tahun sebelum insiden, terdapat empat laporan dugaan tabrakan dengan burung. Saat itu, tidak ditemukan kerusakan pada pesawat.
Bilah kipas pesawat juga baru menjalani pemeriksaan kurang dari tiga pekan sebelum insiden. Pemeriksaan tersebut dilakukan mengikuti aturan yang muncul setelah kasus serupa pada 2018.
Kala itu, bilah kipas Boeing 737 milik Southwest Airlines patah dan menyebabkan seorang penumpang tersedot keluar melalui jendela. Penumpang tersebut meninggal akibat trauma benda tumpul.
Mesin CFM56 yang digunakan pesawat Ryanair merupakan salah satu jenis mesin yang banyak digunakan dalam penerbangan. Mesin tersebut diproduksi oleh perusahaan patungan Safran Aircraft Engines asal Prancis dan GE Aerospace.
NTSB Bantah Pernyataan CEO Ryanair
Temuan awal NTSB berbeda dengan pernyataan CEO Ryanair Michael O’Leary dalam paparan kinerja perusahaan pada Juli.
“Sejumlah laporan yang lebih sensasional menyebut satu penumpang setengah badannya keluar jendela, kepalanya keluar jendela. Tidak ada seorang pun yang keluar dari jendela mana pun,” ucap O’Leary.
NTSB kemudian menegur O’Leary melalui surat karena memberikan komentar ketika penyelidikan masih berlangsung.
Badan tersebut menegaskan bahwa laporan awal belum menentukan penyebab insiden. Penentuan penyebab paling mungkin baru akan dilakukan dalam laporan final, yang menurut materi NTSB dapat terbit setelah proses penyelidikan selesai.
“Pernyataan publik Tuan O’Leary melanggar (aturan internasional) karena memberikan opini dan analisis atas kecelakaan itu serta mengisyaratkan area yang berpotensi menjadi perhatian dalam penyelidikan yang sedang berjalan,” kata Ketua NTSB Jennifer Homendy.
Insiden tersebut terjadi saat pesawat masih berada pada ketinggian sekitar 16.000 kaki. Rekaman CNN mengenai kejadian juga menyebut penumpang di sekitar Karovic berhasil menariknya kembali ke dalam kabin setelah sebagian tubuhnya tertarik keluar.
Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan rangkaian penyebab kerusakan mesin, pecahnya jendela, dan dampaknya terhadap pesawat serta penumpang.

