Jakarta — Daniel and the Fiery Furnace merupakan film drama bertema Alkitab yang mengangkat kisah keteguhan iman Daniel dan tiga sahabatnya di tengah ancaman kekuasaan Kekaisaran Babilonia.
Film ini mengambil latar masa pembuangan bangsa Yahudi setelah pasukan Babilonia di bawah pemerintahan Raja Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem.
Berikut Sinopsis Daniel and the Fiery Furnace
Daniel and the Fiery Furnace berfokus pada kehidupan Daniel (Mena Massoud) dan tiga sahabatnya di negeri pengasingan Babilonia.
Kehidupan mereka berubah ketika Raja Babel Nebukadnezar (Elijah Alexander) mengeluarkan titah yang mewajibkan seluruh rakyat menyembah patung emas raksasa yang dibuat atas perintah sang penguasa.
Di tengah tekanan politik dan ancaman hukuman mati, Daniel bersama tiga sahabatnya, Sadrakh (Sunjay Midda), Mesakh (Adam Lahraoui), dan Abednego (Zaki Ali), memilih untuk tetap berpegang teguh pada keyakinan mereka.
Keempatnya menolak membungkuk dan menyembah patung emas tersebut. Sikap itu kemudian membuat orang-orang Kasdim melaporkan mereka kepada Nebukadnezar.
Mendengar penolakan tersebut, Nebukadnezar murka. Ia kemudian memerintahkan agar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dilemparkan ke dalam perapian yang menyala dengan tingkat panas yang dilipatgandakan.
Namun, sebuah mukjizat terjadi di tengah kobaran api.
Bukannya hangus terbakar, ketiga pemuda tersebut justru terlihat berjalan tanpa mengalami luka sedikit pun di dalam tungku api.
Kobaran api yang begitu besar bahkan membuat para prajurit yang menjalankan perintah Nebukadnezar tewas terbakar di dekat tungku.
Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian melihat adanya sosok misterius keempat yang berjalan bersama ketiga pemuda itu di tengah kobaran api.
Peristiwa tersebut menjadi mukjizat yang bukan hanya menyelamatkan nyawa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, tetapi juga mengguncang keyakinan Nebukadnezar terhadap kekuasaan dan keyakinannya sendiri.
Film Daniel and the Fiery Furnace tayang di bioskop Indonesia mulai 23 September.

