Jakarta — Salah satu hal yang dikhawatirkan orang tua adalah ketika anak yang dibesarkan sejak kecil justru menjadi pelaku bullying dan menyakiti orang lain.

Karena itu, orang tua perlu mengetahui cara mencegah anak menjadi pelaku bullying sejak dini. Pendekatan yang dilakukan bukan hanya dengan melarang atau menghukum, tetapi juga membantu anak memahami perilaku yang tepat dan dampaknya terhadap orang lain.

Bullying tidak selalu dilakukan oleh anak yang dianggap “nakal”. Ada berbagai alasan yang dapat mendorong anak bersikap kasar kepada teman, seperti ingin diterima dalam kelompok, mencari perhatian, merasa tidak percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, atau meniru perilaku yang dilihat di lingkungan sekitarnya.

Orang tua dapat membantu anak membangun cara berinteraksi yang sehat agar mereka mampu memperlakukan orang lain dengan baik.

1. Ajak Anak Berbicara secara Terbuka

Berdasarkan informasi dari Child Mind Institute, salah satu cara mencegah anak menjadi pelaku bullying adalah membangun komunikasi terbuka.

Jika guru atau orang tua lain memberi tahu bahwa anak melakukan bullying, jangan langsung memarahi atau memberikan hukuman. Ajak anak berbicara dan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Dengarkan cerita dari sudut pandangnya. Cara ini dapat membantu orang tua mengetahui apakah anak ingin diterima teman, sedang mencari perhatian, merasa kesal, atau menghadapi masalah lain.

Mendengarkan bukan berarti membenarkan tindakan bullying. Orang tua tetap perlu menjelaskan bahwa menyakiti atau merendahkan orang lain merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan.

2. Cari Tahu Alasan di Balik Perilakunya

Anak dapat melakukan bullying karena berbagai alasan. Ada yang ingin terlihat kuat, merasa tidak aman, sulit mengendalikan emosi, atau mengikuti teman yang melakukan bullying.