JAKARTA — China menjadi salah satu destinasi yang semakin diminati wisatawan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Antara menunjukkan perjalanan wisatawan Indonesia ke China meningkat 33 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total 4,46 juta perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri pada periode tersebut, sebanyak 8,69 persen di antaranya menuju China.

Minat tersebut didorong sejumlah faktor, mulai dari pilihan destinasi yang beragam, akses penerbangan yang semakin luas, hingga biaya perjalanan yang relatif terjangkau.

Bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin berlibur ke China, dokumen perjalanan menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan. Untuk perjalanan wisata biasa, pemegang paspor Indonesia perlu memperhatikan ketentuan visa yang berlaku.

Di sisi lain, China memberlakukan kebijakan bebas visa transit selama 240 jam bagi WNI yang memenuhi persyaratan tertentu. Kebijakan ini berlaku untuk perjalanan transit menuju negara atau wilayah ketiga, sehingga bukan merupakan fasilitas bebas visa untuk perjalanan wisata biasa.

Biaya Visa China

Pengajuan visa China dilakukan secara online melalui situs Chinese Visa Application Service Center (CVASC). Pemohon perlu membuat akun, mengisi formulir aplikasi, serta mengunggah paspor, foto, dan dokumen pendukung sesuai jenis visa.

Setelah pemeriksaan awal secara online selesai, pemohon akan memperoleh Visa Application Certificate. Dokumen tersebut kemudian dibawa bersama paspor asli dan dokumen lain yang diperlukan ke Visa Center untuk proses berikutnya.

Dalam perhitungan yang digunakan pada itinerary ini, biaya visa China single entry dicantumkan sebesar Rp400 ribu, dengan total pengajuan reguler sekitar Rp745 ribu setelah biaya layanan Visa Application Service Center.

Namun, biaya layanan dapat berubah mengikuti ketentuan Visa Center. Pusat layanan China di Indonesia juga menerapkan mekanisme tarif layanan yang dapat disesuaikan dengan perubahan nilai tukar.

Itinerary Jakarta-Shanghai-Beijing-Jakarta

Perjalanan lima hari empat malam ke China dapat dilakukan dengan rute Jakarta-Shanghai-Beijing-Jakarta.

Perhitungan harga penerbangan dan hotel dalam rencana perjalanan ini berdasarkan penelusuran di aplikasi Traveloka untuk perjalanan pada 30 Oktober-3 November 2026. Karena penerbangan Jakarta-Shanghai berangkat pada 29 Oktober dan tiba setelah tengah malam, keberangkatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju hari pertama itinerary.

Hari Pertama: Jakarta-Shanghai

Tiket pesawat China Southern Airlines dari Jakarta menuju Shanghai tercatat mulai dari Rp2,7 juta. Penerbangan dijadwalkan berangkat pada 29 Oktober pukul 13.15 dan tiba di Shanghai pukul 00.25.

Dari Bandara Pudong menuju kawasan pusat Shanghai, salah satu pilihan ekonomis adalah menggunakan Metro Line 2. Tarif dari bandara menuju kawasan pusat sekitar 7 yuan atau sekitar Rp19 ribu, dengan waktu perjalanan sekitar satu jam.

Dari stasiun terdekat, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan jaringan metro menuju Homeinn Plus Hotel Shanghai. Biaya menginap selama dua malam tercatat sekitar Rp1,2 juta.

Jika masih memiliki waktu, wisatawan dapat mengunjungi The Bund dan berjalan-jalan di Nanjing Road. Perjalanan antardestinasi dapat menggunakan metro dengan tarif mulai dari 3 yuan atau sekitar Rp8 ribu untuk perjalanan sekitar 6 kilometer.

Hari Kedua: Eksplorasi Shanghai

Hari kedua dapat digunakan untuk mengeksplorasi sejumlah destinasi di Shanghai.

Perjalanan dapat dimulai dari Yu Garden, kemudian menuju kawasan City God Temple. Setelah itu, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Lujiazui dan Shanghai Tower.

Untuk berpindah antarobjek wisata, metro dapat menjadi pilihan utama. Tarifnya menggunakan sistem berdasarkan jarak dan dimulai dari 3 yuan.

Wisatawan juga dapat menggunakan tiket metro satu hari seharga 18 yuan atau sekitar Rp48 ribu. Pilihan lainnya adalah tiket tiga hari seharga 45 yuan atau sekitar Rp120 ribu.

Hari Ketiga: Shanghai-Beijing

Setelah check-out pada 1 November, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta cepat dari Shanghai Hongqiao Railway Station menuju Beijing South Railway Station.

Perjalanan memakan waktu sekitar 4,5-7,5 jam. Tiket kelas dua berada di kisaran 576-697 yuan atau sekitar Rp1,54-1,86 juta, tergantung kereta yang dipilih.

Setelah tiba di Beijing, wisatawan dapat menginap di Greentree Alliance Hotel Beijing. Biaya menginap selama dua malam tercatat sekitar Rp983 ribu.

Jika waktu memungkinkan, sore atau malam hari dapat dimanfaatkan untuk mengunjungi kawasan Tian’anmen.

Untuk transportasi dalam kota, Beijing menggunakan sistem tarif berdasarkan jarak dengan tarif metro mulai dari 3 yuan atau sekitar Rp8 ribu.

Hari Keempat: Tembok Besar China

Hari keempat dapat dijadwalkan untuk mengunjungi Great Wall atau Tembok Besar China, salah satu ikon utama negara tersebut.

Salah satu pilihan perjalanan dari pusat Beijing adalah menggunakan kereta dari Beijing North atau Qinghe Railway Station menuju Badaling Great Wall Railway Station.

Dari Qinghe, perjalanan memakan waktu sekitar 20-30 menit dengan tarif kelas dua sekitar 16-25 yuan atau Rp43 ribu-67 ribu sekali jalan. Dari stasiun Badaling, pengunjung dapat berjalan kaki menuju area Tembok Besar.

Alternatif lainnya adalah bus 877 dari kawasan Deshengmen dengan tarif sekitar 12 yuan atau Rp32 ribu sekali jalan. Namun, waktu perjalanan menggunakan bus dapat lebih lama karena kondisi lalu lintas.

Untuk periode November 2026, Badaling memasuki periode off-season mulai 1 November. Harga tiket dewasa tercantum sebesar 35 yuan. Informasi resmi Beijing juga mencantumkan periode off-season Badaling pada 1 November-31 Maret.

Hari Kelima: Beijing-Jakarta

Pada hari terakhir, setelah check-out, perjalanan dilanjutkan menuju Beijing Capital International Airport (PEK) untuk penerbangan menuju Jakarta.

Dalam perhitungan ini, penerbangan Hainan Airlines dijadwalkan pukul 08.00 dengan harga tiket sekitar Rp3 juta.

Jika menggunakan Airport Express, tarifnya sekitar 25 yuan atau Rp67 ribu sekali jalan. Karena penerbangan berlangsung pada pagi hari, perjalanan menuju bandara perlu dimulai lebih awal.

Berapa Total Biaya Liburan ke China?

Berdasarkan perhitungan penerbangan, hotel, transportasi utama, dan sejumlah kebutuhan perjalanan dalam itinerary tersebut, total biaya utama untuk perjalanan lima hari empat malam diperkirakan sekitar Rp9,3 juta-Rp9,7 juta per orang.

Namun, angka tersebut belum mencakup beberapa pengeluaran, antara lain:

  • Makan selama perjalanan
  • Visa China
  • Tiket masuk Shanghai Tower
  • Tiket objek wisata lain yang berbayar
  • Kebutuhan pribadi
  • Belanja
  • Pengeluaran tak terduga

Dengan demikian, wisatawan sebaiknya menyiapkan anggaran di atas angka tersebut agar memiliki ruang untuk kebutuhan selama perjalanan.

Perlu diperhatikan pula bahwa harga tiket pesawat, hotel, kereta, dan layanan wisata dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti ketersediaan serta harga pada platform pemesanan.

Bagi WNI yang hendak menggunakan fasilitas bebas visa transit 240 jam, ketentuan perlu diperiksa kembali sebelum keberangkatan. Indonesia termasuk negara yang memenuhi syarat, tetapi wisatawan harus memiliki dokumen perjalanan yang sah serta tiket lanjutan yang terkonfirmasi menuju negara atau wilayah ketiga sesuai ketentuan transit China.