JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyatakan situasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, telah terkendali setelah terjadi kebakaran yang diduga melibatkan warga binaan.
Sejumlah narapidana yang sempat melarikan diri juga telah berhasil ditangkap dan dikembalikan ke dalam lapas.
“Informasi yang kami dapat saat ini, ya, kondisi sudah terkendali. Itu yang paling utama. Artinya, kebakarannya sudah dipadamkan dan narapidana yang keluar itu sudah ada beberapa yang ditangkap dan dimasukkan kembali,” ujar Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komjen Pol Rudi Setiawan, di Jakarta, Jumat (9/10).
Rudi mengatakan kondisi di dalam Lapas Kelas IIB Merauke juga telah kembali normal.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudi setelah menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Polri dan Kejaksaan Agung, di Trinity Tower, Jakarta Selatan.
Sebanyak 33 Warga Binaan Berhasil Ditangkap
Dikutip dari detik.com, sebanyak 33 warga binaan dilaporkan berhasil ditangkap setelah melarikan diri ketika kebakaran terjadi di lapas. Peristiwa tersebut diduga berlangsung setelah razia telepon seluler atau handphone.
Meski kondisi lapas telah dinyatakan terkendali, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kronologi dan pihak yang diduga terlibat dalam kebakaran.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga berkaitan dengan perselisihan antara petugas dan warga binaan.
“Saat kita datangi ternyata api berasal dari dalam yang kemungkinan besar disebabkan oleh warga binaan,” kata Leonardo, dikutip dari detik.com, Jumat (9/10).
Pernyataan tersebut masih merupakan dugaan awal. Penyebab pasti kebakaran di Lapas Kelas IIB Merauke belum dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

