Hingga triwulan II 2025, total portofolio pembiayaan berkelanjutan BRI mencapai Rp807,8 triliun, yang merupakan 64,01 persen dari seluruh portofolio pembiayaan BRI. Rincian portofolio ini mencakup social loan senilai Rp715,5 triliun, green loan sebesar Rp86,9 triliun, dan investasi pada obligasi berbasis ESG senilai Rp5,4 triliun.
BRI tidak hanya berfokus pada penciptaan nilai ekonomi dan dampak finansial bagi nasabah, tetapi juga berkontribusi dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, khususnya pada poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi pembiayaan dan model bisnis.
Selain menyalurkan kredit, BRI juga menerbitkan instrumen pendanaan seperti Sustainability Bond, Green Bond, dan Social Bond yang berorientasi pada keberlanjutan.
Pada periode yang sama, portofolio sustainable funding BRI tercatat mencapai 65,65 persen dari total wholesale funding yang berhasil dihimpun. Dalam menerbitkan obligasi berbasis keberlanjutan, BRI mengikuti standar yang berlaku, termasuk POJK No. 60 tahun 2017 dan POJK No. 18 tahun 2023, serta pedoman dari International Capital Market Association (ICMA).
BRI juga menunjukkan perhatian terhadap dampak dari penggunaan dana yang diperoleh dari penerbitan instrumen tersebut. Dana dari Green Bond dan Social Bond diarahkan untuk sektor-sektor berkelanjutan, seperti energi terbarukan melalui pembelian pembangkit listrik tenaga air, serta dukungan untuk praktik penggunaan lahan yang berkelanjutan dalam sektor kelapa sawit yang bersertifikat, dan peningkatan lapangan kerja serta kemajuan sosial ekonomi melalui KUR dan Kupedes.

