Jakarta — Menjelang keberangkatan haji 2026, penukaran uang riyal menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan oleh calon jemaah. Ada beberapa pilihan tempat untuk menukar riyal, mulai dari bank hingga bandara.
Namun, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar tidak merugi atau salah memilih tempat penukaran.
Umumnya, penukaran riyal dapat dilakukan di beberapa lokasi berikut:
1. Bank atau money changer berizin
Opsi ini menjadi yang paling disarankan. Mengutip laman resmi Bank Indonesia (BI), penukaran valuta asing oleh non-bank hanya boleh dilakukan oleh KUPVA Bukan Bank (money changer) berizin. Ciri-cirinya antara lain memiliki logo Authorized Money Changer, kurs ditampilkan secara transparan, serta tidak ada biaya tambahan tersembunyi.
Dengan memilih tempat resmi, risiko mendapatkan kurs yang tidak wajar dapat diminimalkan.
2. Layanan khusus jemaah haji
Di sejumlah daerah, Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan bank untuk memfasilitasi penukaran riyal bagi calon jemaah.
Contohnya melalui bank mitra seperti Bank Syariah Indonesia (BSI). Karena itu, calon jemaah disarankan mengecek informasi dari kantor Kemenag kabupaten/kota atau bank mitra haji di daerah masing-masing.
3. Bandara
Penukaran riyal juga bisa dilakukan di bandara, terutama bagi jemaah yang belum sempat menukar uang sebelumnya.
Di Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, tersedia layanan penukaran dari sejumlah bank seperti BNI, BRI, BTN, hingga Mandiri, sehingga mudah diakses.
Namun, kurs di bandara kerap dianggap cenderung lebih tinggi dibandingkan tempat lain. Meski tidak selalu demikian, selisih kurs tetap bisa terjadi.
Karena itu, sebelum menukar uang, calon jemaah sebaiknya mengecek kurs riyal pada hari yang sama sebagai pembanding. Patokan kurs harian dari Bank Indonesia dapat digunakan untuk memastikan apakah nilai tukar masih wajar atau terlalu tinggi. Jika selisihnya cukup jauh, menukar uang sebelum berangkat biasanya akan lebih hemat.
Untuk musim haji 2026, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menyiapkan living cost dalam bentuk riyal bagi jemaah, dengan nilai sekitar Rp3,3 juta.
Dana tersebut umumnya digunakan untuk kebutuhan dasar selama di Tanah Suci. Artinya, penukaran mandiri biasanya hanya diperlukan untuk tambahan belanja pribadi, kebutuhan di luar paket, atau sebagai cadangan.
Tips agar tidak rugi saat tukar riyal
Agar lebih aman dan hemat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Tukar uang di bank atau money changer berizin sebelum berangkat.
- Jadikan bandara sebagai opsi cadangan atau untuk nominal kecil.
- Bandingkan kurs dengan patokan dari Bank Indonesia.
- Tanyakan kurs jual riyal saat itu sebelum transaksi.
- Pastikan ketersediaan stok riyal di outlet tujuan.
Dengan persiapan yang matang, calon jemaah dapat lebih tenang tanpa perlu khawatir mengeluarkan biaya lebih dari yang seharusnya.

