Jakarta — Sejumlah kebiasaan di malam hari kerap dianggap sepele, bahkan sering menjadi bentuk “reward” setelah menjalani aktivitas seharian. Namun tanpa disadari, rutinitas tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.

Penyakit jantung berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tekanan darah, peradangan, regulasi glukosa, hingga kualitas tidur. Banyak dari faktor tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan yang dilakukan pada malam hari.

Berikut sejumlah kebiasaan malam yang menurut dokter jantung dapat memengaruhi kesehatan jantung, meski tampak biasa:

1. Makan larut malam
Ahli kardiologi intervensi Sanjay Bhojraj menyebut fungsi metabolik tubuh mengikuti ritme sirkadian. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun sehingga tubuh kurang efisien memproses glukosa dan lemak.

“Makan larut malam dikaitkan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi setelah makan, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan sinyal peradangan,” tulis Bhojraj di CNBC Make It.

2. Olahraga intens di malam hari
Meski olahraga baik untuk jantung, waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan. Latihan berat pada malam hari dapat meningkatkan kadar kortisol dan menghambat transisi tubuh ke mode istirahat.

Kondisi ini bisa menunda waktu tidur, meningkatkan denyut jantung semalaman, serta menurunkan variabilitas denyut jantung yang penting bagi ketahanan kardiovaskular.

3. Konsumsi alkohol
Minum alkohol pada malam hari dapat mengganggu pola tidur, mengurangi fase tidur REM (rapid eye movement), serta menghambat produksi melatonin.

“Hal ini juga meningkatkan denyut jantung istirahat dan mengurangi penurunan tekanan darah normal di malam hari, suatu pola yang sangat terkait dengan peningkatan risiko kardiovaskular,” kata Bhojraj.

4. Paparan cahaya terang
Paparan cahaya terang setelah matahari terbenam dapat menekan produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular.

Sebagai alternatif, gunakan lampu berwarna hangat untuk membantu tubuh beradaptasi dengan suasana malam.

5. Minum kopi atau teh
Kafein dalam kopi atau teh dapat bertahan lama di dalam tubuh, merangsang sistem saraf, meningkatkan denyut jantung, dan menunda waktu tidur.

Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tekanan darah berpotensi meningkat keesokan harinya. Efek kafein bahkan bisa bertahan hingga enam jam atau lebih.

6. Menggunakan gawai sebelum tidur
Kebiasaan menggunakan ponsel atau menonton televisi sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur. Cahaya biru dari layar memberi sinyal pada otak seolah masih siang hari, sehingga pelepasan melatonin tertunda.

“Paparan cahaya di malam hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 30-50%,” ujar konsultan senior kardiologi VP Sharma, dikutip dari Times of India.

7. Kerja lembur
Aktivitas kerja di malam hari dapat meningkatkan kadar kortisol dan merangsang kerja jantung. Kondisi ini sering disertai kebiasaan merokok yang memperburuk kesehatan.

Nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

8. Begadang dan kurang tidur
Menunda waktu tidur, baik karena menonton video atau berselancar di media sosial, berdampak besar pada kesehatan jantung.

“Pola tidur ‘burung hantu malam’ terus-menerus dikaitkan dengan risiko serangan jantung atau stroke hingga 16 persen lebih tinggi,” ujar Sharma.

Tidur bukan sekadar waktu istirahat, tetapi momen penting bagi jantung untuk melakukan pemulihan. Mengurangi waktu tidur berarti mengurangi proses perbaikan tersebut.

Dengan memahami dan menghindari kebiasaan-kebiasaan ini, kesehatan jantung dapat lebih terjaga. Perubahan kecil dalam rutinitas malam hari bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang.