Kota Jambi – Rekaman video warga menunjukkan ramainya kemacetan panjang truk tronton dan fuso yang tak beraturan di SPBU Pal 10 hingga ke jalan utama di Jalan lingkar barat 1 Kelurahan kenali asam, Kecamatan kota baru Jambi, bukan sekadar antrian biasa. Warga mencurigai ada praktik pelangsiran solar subsidi yang sistematis.

Kemungkinan, ada yang menjualnya ke penampung ilegal dengan harga Rp 9.000 per liter dari para pelaku pelangsir membeli solar subsidi harga Rp.6.800 perliter di SPBU. “Kalau begini terus, kami yang punya kendaraan solar jadi malas antri. Sudah didahului pelangsir,”ujar seorang warga dengan nada kesal.

“Ini bukan sekadar antrian panjang, ini pencurian hak kami,” tegas seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya, Sabtu (25/04/25)

Masyarakat setempat meminta polisi mengusut tuntas dugaan jaringan penimbun dan penjual BBM ilegal.

Sumber tersebut meminta agar aparat kepolisian lebih tegas mengambil tindakan. “Perhatikanlah aparat kepolisian. Tindak sebenar-benarnya para pelaku yang merampok subsidi untuk masyarakat,” pungkasnya. Kondisi ini dinilai sebagai ironi di tengah upaya pemerintah menyalurkan subsidi tepat sasaran. (Tim)