Jakarta — Sushi merupakan salah satu hidangan Jepang yang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Makanan ini dikenal karena cita rasanya yang segar, tampilan menarik, serta variasinya yang beragam.
Namun, di balik popularitasnya, masih banyak anggapan keliru tentang sushi yang dipercaya luas oleh masyarakat. Padahal, tidak semua informasi tersebut benar. Berikut penjelasan fakta di balik sejumlah mitos yang sering beredar.
1. Suhu nasi untuk sushi tidak penting
Salah satu anggapan yang keliru adalah suhu nasi tidak memengaruhi kualitas sushi. Faktanya, nasi sushi atau shari seharusnya disajikan dalam kondisi hangat.
Suhu ini berperan penting dalam membantu cuka, gula, garam, dan bahan lainnya menyatu dengan sempurna pada nasi.
“Nasi sushi harus disajikan hangat dan hanya ada waktu yang sangat singkat di mana nasi tersebut akan tetap hangat,” kata Joel Hammond, murid dari Masaharu Morimoto.
2. Sushi bisa dibuat dengan jenis beras apa pun
Tidak semua jenis beras cocok untuk sushi. Sushi membutuhkan beras berbutir pendek dengan kandungan pati tinggi agar menghasilkan tekstur yang lengket dan kenyal.
Penggunaan beras yang tidak sesuai dapat membuat sushi mudah hancur dan mengubah rasa akhirnya.
3. Wasabi hanya untuk menambah rasa
Selama ini Wasabi dikenal sebagai pelengkap pedas. Namun, fungsi utamanya bukan hanya soal rasa.
Wasabi memiliki kandungan antimikroba yang membantu melawan bakteri dan berfungsi sebagai antiparasit. Dalam penyajian tradisional, wasabi bahkan ditempatkan di antara nasi dan ikan.
4. Omakase harus berisi sushi saja
Omakase sering disalahartikan sebagai menu khusus sushi. Padahal, omakase adalah konsep di mana pelanggan menyerahkan pilihan menu kepada koki.
Hidangan yang disajikan bisa sangat beragam, mulai dari tempura, yakitori, hingga wagyu panggang.
“Omakase dapat berisi berbagai macam hidangan dan lebih mendefinisikan gaya pelayanan,” kata Hammond.
5. Sushi wajib dimakan dengan sumpit
Banyak orang mengira sushi harus dimakan menggunakan sumpit. Faktanya, dalam tradisi Jepang, sushi justru boleh dimakan dengan tangan.
“Meskipun paling umum menggunakan sumpit, saya merekomendasikan makan sushi dengan jari, agar keutuhan nigiri tetap terjaga,” ujar Kwang Kim.
6. Sushi selalu menggunakan ikan mentah
Sushi tidak selalu identik dengan ikan mentah. Variasi sushi modern sangat luas, termasuk yang menggunakan sayuran, telur, hingga ayam.
Yang menjadi ciri utama sushi adalah nasi yang dibumbui dengan cuka, gula, dan garam, bukan bahan topping-nya semata.
7. Sushi harus selalu dicelup ke kecap asin
Sushi memang kerap disajikan bersama kecap asin atau Soyu, tetapi penggunaannya tidak wajib.
Jika rasa sushi sudah seimbang, penambahan kecap asin, wasabi, atau acar jahe (gari) sepenuhnya kembali pada selera masing-masing.
Memahami fakta di balik berbagai mitos ini dapat membantu menikmati sushi dengan cara yang lebih tepat dan autentik.

