Jakarta — Menilai karakter seseorang bukanlah hal yang mudah. Meski otak dapat membentuk kesan pertama hanya dalam hitungan detik berdasarkan wajah, penampilan, atau cara berbicara, penilaian tersebut belum tentu menggambarkan kepribadian seseorang secara utuh.
Dalam psikologi, karakter lebih tepat dinilai melalui pola perilaku yang konsisten dibandingkan satu momen tertentu.
Lantas, bagaimana cara mengenali karakter seseorang? Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan berdasarkan temuan sejumlah studi psikologi.
1. Perhatikan Cara Ia Memperlakukan Orang Lain
Salah satu indikator yang paling mudah diamati adalah bagaimana seseorang memperlakukan orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang tidak memberikan keuntungan secara langsung.
Mengutip studi dari University of California, Berkeley, orang dengan tingkat agreeableness atau sifat hangat dan mudah bekerja sama cenderung memperlakukan semua orang dengan hormat, termasuk pelayan restoran, petugas kebersihan, hingga sopir.
2. Amati Apakah Ucapan dan Tindakannya Selaras
Karakter seseorang tidak hanya terlihat dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari tindakan yang dilakukan.
Mengutip Psychology Today, penelitian mengenai person perception menunjukkan bahwa konsistensi antara ucapan dan tindakan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai karakter.
Orang yang dapat dipercaya umumnya berusaha menepati janji, bertanggung jawab terhadap komitmennya, serta menunjukkan perilaku yang konsisten dari waktu ke waktu.
3. Lihat Responsnya Saat Menghadapi Tekanan
Situasi yang penuh tekanan sering kali memperlihatkan karakter seseorang dengan lebih jelas.
Cara seseorang mengendalikan emosi, menghadapi konflik, dan menyelesaikan masalah dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kedewasaan emosionalnya.
Apakah ia mudah menyalahkan orang lain, atau justru mampu tetap tenang dan mengakui kesalahan? Respons seperti ini dapat menjadi petunjuk mengenai karakter seseorang.
4. Perhatikan Kebiasaan Kecil yang Dilakukan Berulang
Kepribadian tidak dibentuk oleh satu tindakan, melainkan oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology, karakter dinilai lebih tercermin dari kebiasaan sehari-hari dibandingkan satu kejadian tertentu.
Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, mendengarkan saat orang lain berbicara, mengucapkan terima kasih, atau meminta maaf ketika melakukan kesalahan dapat mencerminkan karakter seseorang.
5. Jangan Terburu-buru Percaya Kesan Pertama
Kesan pertama memang terbentuk dengan cepat, tetapi tidak selalu akurat.
Mengutip TIME, otak manusia cenderung membuat penilaian instan berdasarkan penampilan, ekspresi wajah, maupun cara berbicara. Penilaian tersebut rentan dipengaruhi berbagai bentuk bias.
Karena itu, sebelum menyimpulkan karakter seseorang, sebaiknya berikan waktu untuk mengamati bagaimana ia bersikap dalam berbagai situasi dan berinteraksi dengan orang lain.

