Sarolangun – Sejumlah peserta pelatihan tata rias di Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan di Kabupaten Sarolangun mengeluhkan fasilitas pelatihan yang dinilai tidak memadai. Mereka juga mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa ancaman dan ucapan kasar dari seorang pejabat saat menyampaikan keluhan.
Salah seorang peserta yang identitasnya disamarkan, menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat lalu, saat kegiatan pelatihan yang diikutinya hampir berakhir.
Menurut peserta, sejak awal pelatihan peserta kerap mengalami kekurangan bahan praktik dan peralatan. Akibatnya, proses belajar tidak berjalan maksimal.
”Sering kali bahan praktik habis. Kami sudah menyampaikan keluhan kepada pihak BLK karena bingung bagaimana mau belajar kalau bahan dan alat tidak tersedia,” ujarnya.
Ia mengatakan, peserta kemudian mendapat penjelasan dari seorang pejabat yang menyebut kekurangan bahan dan perlengkapan terjadi karena tidak tersedia anggaran.
”Beliau mengatakan kalau bahan habis seharusnya melapor kepadanya. Kami sampaikan bahwa kami sudah sering melapor setiap kali beliau datang. Bahkan tisu dan bahan-bahan lain juga sering habis tapi tidak dilengkapi,” katanya.
Saat peserta mempertanyakan alasan tidak adanya anggaran, suasana disebut mulai memanas. Peserta mempertanyakan mengapa pelatihan tetap dilaksanakan apabila fasilitas dasar tidak dapat dipenuhi.
”Kalau memang tidak ada anggaran, kenapa pelatihan tetap dibuka? Kami sangat ingin belajar dengan fasilitas yang layak,” ucapnya.
Menurut sumber, dalam pertemuan itu pejabat tersebut diduga mengeluarkan kata-kata kasar *di hadapan instruktur dan seluruh peserta pelatihan*. Ia mengaku ucapan tersebut diulang beberapa kali hingga keluar ruangan.
Tidak hanya itu, peserta juga mengaku mendapat ancaman bahwa uang saku dan sertifikat pelatihan dapat diblokir apabila terus menyampaikan keluhan.
”Kami diancam uang saku tidak diberikan, bahkan sertifikat katanya bisa diblokir,” tuturnya.
Merasa persoalan semakin membesar, para peserta kemudian mendatangi pejabat tersebut untuk meminta maaf apabila penyampaian keluhan dianggap berlebihan. Namun, menurut beberapa orang yg ikut menemuinya, permintaan maaf itu justru dibalas dengan caci maki.
”Kami sudah merendahkan diri untuk meminta maaf, tetapi kami malah disebut bodoh dan tidak berpendidikan. Kejadian itu juga ada rekamannya,” katanya.
Pelatihan tata rias tersebut diikuti 16 peserta dengan durasi sekitar 30 hari dan dijadwalkan berakhir pekan ini. Menurut peserta, selama pelatihan mereka lebih banyak berlatih membuat alis karena perlengkapan tata rias pengantin yang dijanjikan tidak tersedia secara lengkap.
Peserta berharap pihak Kementerian Ketenagakerjaan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan kerja khususnya di BLK Sarolangun, termasuk menindaklanjuti dugaan ancaman dan perlakuan tidak pantas yang mereka alami.
Hingga berita ini ditulis, pihak BLK Sarolangun maupun pejabat yang disebutkan peserta belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. (*)
Peserta Pelatihan Kerja di BLK Sarolangun Keluhkan Fasilitas Tak Lengkap, Malah Diancam dan Dicaci Maki Oknum Pejabat Disnakertrans
Penulis : Redaksi
Terkait
Terkini

