JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan harapan agar Indonesia tetap utuh, bersatu, dan terhindar dari perpecahan saat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam.

Sejumlah tokoh nasional menghadiri kegiatan tersebut. Muzani tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dan turut mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Dalam pidatonya menjelang penutupan acara, Muzani berharap zikir dan doa yang dipanjatkan bersama dapat membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia.

“Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa, mudah-mudahan semua zikir dan doa kita diterima Allah SWT, mudah-mudahan dengan doa dan zikir Indonesia dalam keadaan utuh, mudah-mudahan kita tetap dipersatukan Allah SWT,” kata Muzani.

Muzani Berharap Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan

Selain mendoakan keutuhan bangsa, Muzani berharap masyarakat Indonesia senantiasa dijauhkan dari perpecahan.

Ia juga mendoakan agar para pemimpin negara selalu mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Pesan tersebut disampaikan di penghujung rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan yang telah berlangsung sejak sore hari.

Acara ini menjadi salah satu momentum untuk memanjatkan doa bersama bagi persatuan, keselamatan, dan masa depan Indonesia.

Prabowo Tak Hadir karena Tugas Kenegaraan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dijadwalkan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut.

Namun, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Prabowo tidak dapat mengikuti kegiatan karena harus menjalankan tugas kenegaraan yang dinilai penting.

“Beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” ujar Nasaruddin.

Zikir dan Doa Kebangsaan berlangsung sejak sore dan berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan lagu nasional Hari Merdeka.