Jakarta — Niu Lai menjadi salah satu film yang mencuri perhatian di box office China pada 2026. Film animasi yang sempat menuai banyak cacian di awal perilisannya itu kini mampu mengumpulkan pendapatan besar dengan modal produksi yang sangat kecil.

Film yang juga dikenal dengan judul The Arrival of the Ox tersebut bersaing di box office China bersama The Odyssey dan Spider-Man: Brand New Day.

Seperti diberitakan Money Control pada Kamis (20/8), Niu Lai diproduksi dengan bujet US$200 atau setara Rp3,5 juta (US$1=Rp17.768,7). Film tersebut kini sudah mengumpulkan lebih dari US$3 juta.

Terpisah, seperti diberitakan Global Times pada Kamis (20/8), hingga Rabu (19/8), Niu Lai telah meraup pendapatan kotor 26 juta yuan atau setara Rp68,6 miliar (1 RMB=Rp2.639,87), menurut data dari China Film Data Information Network.

Angka tersebut membuat Niu Lai menarik perhatian karena pendapatannya jauh melampaui biaya produksinya.

Niu Lai Dibandingkan dengan Obsession

Niu Lai bukan satu-satunya film yang disebut sebagai salah satu film paling cuan tahun ini.

Film horor Obsession juga disebut-sebut sebagai film yang sangat menguntungkan. Film tersebut diproduksi dengan biaya sekitar US$750 ribu hingga US$1 juta dan telah mengantongi lebih dari US$400 juta atau setara Rp7,17 triliun (US$1=Rp17.942,45).

Baca Juga:Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Meski angka pendapatan keduanya berbeda jauh, Niu Lai memiliki daya tarik tersendiri karena dibuat dengan bujet produksi yang sangat kecil.

Sempat Disebut Film Terburuk 2026

Niu Lai merupakan film animasi berdurasi 86 menit. Ceritanya mengikuti seekor anak sapi yang meninggalkan perlindungan kawanannya setelah mengikuti seekor burung skylark.

Anak sapi tersebut kemudian memasuki dunia mimpi surealis dan menghadapi tema-tema keberanian, kehidupan, dan kematian.

Film ini dirilis pada 5 Agustus di bioskop China tanpa trailer maupun acara promosi.

Setelah tayang, Niu Lai justru sempat dilabeli sebagai “film terburuk tahun 2026” di media sosial.

Surat kabar Beijing News, seperti diberitakan Channel News Asia pada Selasa (18/8), bahkan menyebut kualitas animasi film tersebut patah-patah dan pengisi suaranya terdengar canggung.

Namun, reaksi negatif tersebut justru memunculkan rasa penasaran di kalangan penonton. Banyak di antaranya mulai menonton film tersebut untuk mencari tahu apa yang membuat Niu Lai begitu tidak biasa.

Film tersebut memang tampaknya mengalami awal yang lambat dalam perolehan box office China. Namun, daya tariknya mulai meningkat ketika cuplikan film menyebar di media sosial.

Dibuat Hanya oleh Dua Orang

Salah satu hal yang membuat Niu Lai menarik perhatian adalah proses produksinya yang sangat sederhana.

Film tersebut murni dikerjakan oleh dua orang, yakni Xin Yumeng sebagai sutradara dan sang ibu, Sun Lifang, sebagai penulis naskah yang juga merangkap mengisi seluruh suara karakter.

Keduanya sama-sama tidak memiliki latar belakang perfilman.

Meski demikian, respons terhadap film tersebut membuat proyek Niu Lai terus berkembang. Xin Yumeng bahkan mengungkapkan sudah mulai mempersiapkan sekuel Niu Lai.