JAKARTA – Garudayaksa FC memilih mengutamakan pemain lokal untuk bersaing di Super League 2026/2027. Meski regulasi memberikan kesempatan bagi setiap klub untuk memiliki hingga 11 pemain asing, Garudayaksa tidak ingin sekadar mengejar kuota tersebut.
Hingga Jumat (4/9), klub debutan Super League itu baru memiliki tujuh pemain asing yang telah menandatangani kontrak. Artinya, masih tersedia empat slot pemain asing yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan tim.
Tujuh pemain asing Garudayaksa tersebut adalah Dominik Holec dari Slovakia, Najeeb Yakubu dari Niger, Ryo Matsumura dari Jepang, Filip Stamenkovic dari Serbia, Paulo Ricardo dari Brasil, Brian Rubio dari Meksiko, dan Carlo Armiento dari Australia.
CEO Garudayaksa, Reza Anugrah, mengatakan manajemen masih membuka kemungkinan menambah pemain asing. Namun, keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan tim dan waktu yang tersedia.
“Di Super League ini insyaallah, mudah-mudahan, doakan saja, walaupun kami sekarang baru ada tujuh pemain asing yang sudah teken kontrak, masih ada slot empat lagi,” kata Reza di Jakarta, Jumat (4/9).
Menurut Reza, Garudayaksa tidak harus langsung memenuhi seluruh kuota pemain asing. Ia justru meminta jajaran manajemen dan tim pelatih tetap mengingat identitas klub yang sejak awal dibangun melalui akademi.
“Nanti dilihat apakah waktunya menuntut untuk kami memboyong 11 pemain, tapi saya juga bilang ke Derry [COO Garudayaksa] dan para pelatih bahwa ingat, utamakan pemain Indonesia.”
Perekrutan Pemain Asing Dilakukan Selektif
Garudayaksa menyerahkan keputusan mengenai kebutuhan pemain asing kepada tim pelatih. Reza menyebut pelatih asal Serbia, Milos Joksic, merupakan sosok yang sangat teliti dalam menentukan pemain yang akan direkrut.
Milos pun mengakui proses perekrutan pemain dilakukan secara hati-hati. Menurut dia, Garudayaksa masih beradaptasi sebagai pendatang baru di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Kami memilih dengan sangat hati-hati dan memakan waktu lama. Kami baru di liga ini, dan saya pun datang terlambat, namun minggu depan akan segera lengkap,” ucap Milos.
Pelatih berusia 58 tahun itu optimistis skuad Garudayaksa akan semakin lengkap dan mampu memberikan persaingan pada musim perdananya di Super League.
“Kami mendatangkan beberapa pemain yang sangat bagus dan saya percaya musim ini akan menjadi musim yang baik bagi Garudayaksa,” kata Milos.
Garudayaksa Siap Jalani Debut Super League
Garudayaksa merupakan tim promosi setelah menjuarai Championship 2025/2026. Musim 2026/2027 menjadi debut mereka di Super League, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Garudayaksa bermarkas di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Pada laga perdana, mereka dijadwalkan bertandang menghadapi Java United di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (6/9).
Dengan tujuh pemain asing yang sudah dikontrak, Garudayaksa masih memiliki ruang untuk menambah empat pemain asing. Namun, manajemen menegaskan pengisian slot tersebut tidak akan dilakukan hanya demi memenuhi kuota.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Garudayaksa ingin membangun skuad dengan pemain Indonesia sebagai fondasi, sementara pemain asing dipilih untuk melengkapi kebutuhan tim.

