Jakarta — Debut The Early Spring langsung mencuri perhatian di Netflix. Drama China yang dibintangi Jing Bo-ran dan Sun Qian tersebut menempati peringkat kedua dalam Top 10 Global Non-English TV Netflix untuk periode 24-30 Agustus 2026.

Berdasarkan data resmi Netflix, The Early Spring mencatat 2,4 juta penayangan dengan total durasi tonton mencapai 21,5 juta jam pada pekan debutnya. Serial ini juga masuk jajaran Top 10 di 22 pasar, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Brasil.

The Early Spring bahkan memuncaki tangga tayangan televisi Netflix di Thailand, Taiwan, Hong Kong, dan Vietnam. Capaian tersebut membuat drama ini langsung menjadi salah satu tayangan non-Inggris paling populer di Netflix pada pekan debutnya.

Baca Juga:Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Posisi puncak daftar global ditempati Blood Sacrifice, yang mencatat 9,1 juta penayangan dan 37,9 juta jam tayang pada pekan keduanya.

Drama China Jing Bo-ran dan Sun Qian Geser Drama Korea

Kesuksesan The Early Spring turut mengubah persaingan di jajaran teratas Netflix Global Non-English TV.

Drama tersebut berada di atas sejumlah tayangan yang sebelumnya mengisi papan atas, termasuk Spooky in Love di peringkat ketiga, Our Sticky Love di posisi keempat, serta Mousetrap yang melengkapi lima besar.

Netflix menyebut chemistry Jing Bo-ran dan Sun Qian menjadi salah satu daya tarik utama serial tersebut. Keduanya memainkan kisah romansa di lingkungan kerja dengan pendekatan yang lebih dewasa.

Kisah Cinta Rahasia di Lingkungan Kantor

Disutradarai Chiang Chi-cheng dan ditulis sekaligus diproduseri Gao Xiao-xian, The Early Spring mengisahkan hubungan asmara rahasia antara direktur kreatif Luke Luan yang diperankan Jing Bo-ran dan pekerja pemula Flora Shang yang dimainkan Sun Qian.

Luke digambarkan sebagai sosok eksekutif kreatif yang berbakat, sementara Flora merupakan karyawan baru yang penuh semangat dan sedang mencari tempatnya di dunia kerja.

Keduanya harus menghadapi tekanan kehidupan profesional sekaligus menyembunyikan hubungan mereka agar tidak mengganggu karier dan kehidupan masing-masing. Netflix menggambarkan serial ini sebagai kisah tentang cinta, konflik, perubahan, dan pertumbuhan pribadi.

Sutradara Chiang Chi-cheng mengatakan dirinya ingin menghadirkan dinamika hubungan dengan sudut pandang yang lebih matang dibandingkan pola drama romantis konvensional.

Ia juga menilai kontras sekaligus chemistry Jing Bo-ran dan Sun Qian terasa alami, sehingga keduanya tidak tampil seperti pasangan dalam drama idola pada umumnya.

Jing Bo-ran dan Sun Qian Bicara soal Peran

Penulis sekaligus produser Gao Xiao-xian memuji kedisiplinan Jing Bo-ran dalam mempersiapkan karakter Luke. Menurutnya, sang aktor rutin berdiskusi mengenai perjalanan emosional karakter sebelum proses syuting dimulai.

Jing juga ikut memperhatikan penampilan karakter Luke dan rutin menjaga kebugaran fisiknya selama persiapan peran.

Sementara itu, Sun Qian mengaku sempat merasa malu dan gugup ketika harus menjalani adegan intim karena belum banyak memiliki pengalaman dalam adegan tersebut.

Ia mengatakan keberadaan intimacy coordinator membantunya menjalani proses syuting dengan lebih nyaman dan natural. Salah satu adegan yang paling diingatnya adalah adegan body charades, yang menurutnya membuat pikirannya hampir kosong ketika proses pengambilan gambar berlangsung.

Sun Qian juga merasa memiliki ikatan emosional dengan karakter Flora. Keduanya sama-sama berasal dari Harbin dan pindah ke Beijing untuk mengejar karier. Sun mengatakan perjalanan Flora selama satu dekade juga terasa dekat dengan perjalanan kariernya yang kini memasuki tahun ke-10 di industri hiburan.

The Early Spring Punya 24 Episode

The Early Spring pertama kali diluncurkan pada 26 Agustus 2026. Serial ini memiliki total 24 episode, dengan 13 episode pertama telah tersedia secara global di Netflix.

Dengan debut di peringkat kedua Netflix Global Non-English TV, The Early Spring menunjukkan daya tarik drama China di pasar internasional. Popularitasnya juga terlihat dari keberhasilan serial tersebut masuk Top 10 di 22 pasar dan menjadi tayangan nomor satu di sejumlah wilayah Asia.