JAKARTA – Konduktor Addie MS mengungkapkan proses persiapan Twilite Orchestra menjelang konser perayaan 35 tahun perjalanan orkestra tersebut. Pertunjukan spesial bertajuk Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen ini akan menghadirkan aransemen orkestra dari karya-karya legendaris The Beatles dan Queen.
Konser tersebut dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1 November 2026. Twilite Orchestra akan tampil bersama Marcello Tahitoe atau Ello dan Sandhy Sondoro. Berdasarkan informasi penyelenggaraan dalam naskah, tiket konser telah terjual habis.
Dalam jumpa media pada Jumat (9/10/2026), Addie menjelaskan bahwa pertunjukan ini tidak sekadar menghadirkan versi kover dari lagu-lagu populer kedua band tersebut. Twilite Orchestra ingin menawarkan interpretasi musikal melalui pendekatan artistik yang berbeda.
“Enggak akan pernah sama. Interpretasi namanya juga. Enggak akan pernah sama dari aslinya,” kata Addie MS.
Ia berharap penonton dapat terbuka terhadap interpretasi baru yang dihadirkan melalui perpaduan vokal Sandhy Sondoro, Ello, dan aransemen orkestra.
“Ya harapanku semoga ada keterbukaan dari para penonton untuk melihat interpretasi dari yang berbeda pastinya dari Sandhy Sondoro, Ello, and all orchestra dan sebagainya,” lanjutnya.
Addie MS Ingin Menjaga Karakter Asli Lagu
Meski menghadirkan interpretasi berbeda, Addie menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menghilangkan karakter asli lagu-lagu The Beatles dan Queen. Menurutnya, tantangan utama terletak pada keseimbangan antara eksplorasi musikal para seniman dan harapan penonton yang telah mengenal karya-karya tersebut.
“Jangan sampai hilang demi ego saya untuk menampilkan level teknikalitas saya, kompetensi saya segini, itu enggak bisa,” kata Addie.
Ia menyebut upaya menjaga keseimbangan tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mempersiapkan konser.
“Nah itu tantangan yang terbesar ya, menyeimbangkan antara ego kami sesama seniman dan juga saya harus berpikir memikirkan kepuasan si penonton seperti itu,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari konsep pertunjukan. Aransemen orkestra diharapkan memberikan pengalaman musikal yang berbeda tanpa menghilangkan identitas lagu-lagu yang sudah melekat di telinga penggemar.
Sandhy Sondoro Antusias Tampil Bersama Orkestra
Sandhy Sondoro mengaku antusias mendapat kesempatan tampil bersama Addie MS dan Twilite Orchestra. Ia mengatakan lagu-lagu The Beatles dan Queen telah didengarkannya sejak kecil dan menjadi bagian dari perjalanan musikalnya.
Bagi Sandhy, berlatih bersama orkestra juga menghadirkan pengalaman yang berbeda karena menuntut kemampuan mendengarkan dan menyesuaikan diri dengan keseluruhan komposisi musik.
“Berlatih bersama orkestra sebesar ini mengajarkan saya untuk mendengarkan, bukan sekadar bernyanyi. Saya yakin penonton akan merasakan dedikasi penuh yang telah kami curahkan dalam persiapan panjang ini, dan itulah hal yang paling membuat saya bersemangat,” kata Sandhy.
Dalam konser tersebut, Sandhy membocorkan sejumlah lagu yang akan dibawakannya bersama Twilite Orchestra, yakni Come Together dan Somebody to Love.
Sementara itu, Addie MS mengungkapkan beberapa lagu lain yang akan hadir dalam pertunjukan, termasuk Bohemian Rhapsody, Yesterday, dan We Are the Champions.
Pilihan lagu tersebut mempertemukan karya-karya ikonis dari dua band legendaris dengan pendekatan musikal khas Twilite Orchestra.
Konser 35 Tahun Twilite Orchestra Digelar 1 November
Konser Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1 November 2026. Pertunjukan ini menjadi bagian dari perayaan 35 tahun perjalanan Twilite Orchestra di dunia musik.
Dengan menggandeng Ello dan Sandhy Sondoro, konser tersebut menawarkan perpaduan vokal dan orkestra untuk membawakan kembali lagu-lagu yang telah dikenal lintas generasi.
Bagi Twilite Orchestra, tantangannya bukan hanya mengolah lagu populer menjadi komposisi orkestra, tetapi juga menjaga karakter musik aslinya agar tetap terasa bagi para penggemar.
Tiket konser dilaporkan telah terjual habis, menandai tingginya minat terhadap pertunjukan yang mempertemukan musik orkestra dengan karya-karya The Beatles dan Queen tersebut.

