JAKARTA – Banyak orang menganggap kehujanan hingga rambut basah kuyup dapat menyebabkan flu. Padahal, rambut basah akibat air hujan tidak secara langsung membuat seseorang terserang penyakit tersebut.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Widya Khairunnisa, menjelaskan bahwa orang sehat tidak perlu khawatir berlebihan ketika rambutnya basah setelah terkena hujan. Namun, menjaga kebersihan rambut dan segera mengeringkannya tetap disarankan.

“Secara medis, keramas saat hujan deras pada dasarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat, selama setelahnya tubuh dibilas dengan air bersih dan rambut dikeringkan segera,” kata Widya, dikutip dari laman IPB University.

Menurut Widya, flu atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus, bukan oleh air hujan atau rambut basah. Karena itu, kehujanan tidak otomatis membuat seseorang terserang flu.

Meski demikian, paparan suhu dingin dapat menimbulkan respons tertentu pada tubuh dan membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Mengapa Suhu Dingin Bisa Memengaruhi Tubuh?

Widya menjelaskan bahwa ketika tubuh terpapar suhu dingin, pembuluh darah di kulit akan menyempit atau mengalami vasokonstriksi untuk membantu mempertahankan panas tubuh.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang menggigil dan merasa kedinginan, terutama jika tubuh terpapar hujan dalam waktu lama.

“Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit menyempit (vasokonstriksi) untuk mempertahankan panas tubuh. Kondisi ini dapat membuat seseorang menggigil dan tidak nyaman,” tutur Widya.

Selain itu, udara dingin juga dapat memengaruhi mukosa atau lapisan pelindung saluran pernapasan. Kondisi tersebut berkaitan dengan mekanisme pembersihan mukosiliar, yaitu sistem alami yang membantu mengeluarkan lendir dan partikel dari saluran pernapasan, serta pertahanan lokal di hidung.

Namun, flu tetap terjadi akibat infeksi virus. Suhu dingin atau rambut basah bukan penyebab langsung infeksi tersebut.

Air Hujan Bisa Membawa Polutan

Selain suhu dingin, kualitas air hujan juga perlu diperhatikan. Selama berada di atmosfer, air hujan dapat berinteraksi dengan debu, polutan udara, mikroorganisme, dan berbagai partikel lainnya.

Partikel tersebut dapat menempel pada rambut dan kulit kepala ketika seseorang kehujanan.

“Dalam kondisi tertentu, paparan polutan berpotensi memicu stres oksidatif dan peradangan, meskipun penelitian yang secara langsung menghubungkan air hujan dengan gangguan rambut dan kulit kepala masih terbatas,” ujar Widya.

Karena itu, setelah kehujanan, rambut sebaiknya dibilas menggunakan air bersih dan segera dikeringkan.

Jika terpapar hujan dalam waktu lama, terutama di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi, mencuci rambut menggunakan sampo dapat membantu membersihkan kotoran dan partikel yang menempel.

Langkah tersebut terutama ditujukan untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, bukan sebagai cara khusus untuk mencegah flu.

Apa Risiko Tidur dengan Rambut Basah?

Selain kebiasaan tidak membersihkan rambut setelah kehujanan, tidur dengan rambut yang masih basah juga perlu diperhatikan.

Spesialis kedokteran keluarga Matthew Goldman dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa lingkungan yang hangat dan lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri dalam kondisi tertentu.

“Jika Anda membawa jamur atau bakteri (atau keduanya) pulang dan menaruhnya di bantal atau seprai Anda, ada kemungkinan mereka akan bertahan hidup dan berkembang biak,” kata Goldman, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Ia menjelaskan bahwa kelembapan yang tertahan pada bantal atau seprai dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Meski demikian, tidur dengan rambut basah tidak otomatis menyebabkan infeksi pada setiap orang.

Kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kondisi rambut. Saat basah, rambut lebih rentan mengalami kerusakan akibat tarikan atau gesekan berlebihan.

Rambut basah dapat meregang lebih jauh dibandingkan ketika kering. Karena itu, menyisir, menyikat, atau mengikat rambut terlalu kuat saat masih basah dapat meningkatkan risiko rambut patah dan mengalami kerusakan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, rambut sebaiknya dikeringkan sebelum tidur. Jika perlu menyisir rambut dalam kondisi lembap, lakukan secara perlahan dan hindari tarikan berlebihan.

Cara Menjaga Kesehatan Setelah Kehujanan

Agar tetap nyaman dan menjaga kebersihan tubuh setelah kehujanan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

  • Segera berteduh dan mengganti pakaian yang basah.
  • Membilas rambut dan kulit kepala dengan air bersih, terutama setelah terpapar hujan dalam waktu lama.
  • Mengeringkan rambut sebelum tidur.
  • Menghindari menyisir atau mengikat rambut terlalu kuat ketika masih basah.
  • Menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.

Dengan demikian, anggapan bahwa rambut basah karena hujan pasti menyebabkan flu tidak tepat. Flu disebabkan oleh infeksi virus, sedangkan menjaga kebersihan rambut dan menghindari paparan dingin berkepanjangan merupakan langkah untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan tubuh.