Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3).

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal mengatakan peningkatan arus lalu lintas memang sudah diprediksi terjadi mulai 14 hingga 15 Maret.

“Pada malam hari ini kami menyampaikan bahwa yang keluar ke Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan,” kata Faizal di Command Center KM 92, Bekasi, Jawa Barat, Minggu dini hari (15/3), seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan mayoritas kendaraan tersebut bergerak menuju arah Timur atau ke jalur Tol Trans Jawa. Jenis kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan pribadi.

Sementara itu, kendaraan lainnya seperti truk masih terlihat menuju jalur Merak dan Bakauheni.

“Adapun untuk kendaraan-kendaraan lain, terutama truk, masih ada sebagian yang mengarah ke arah Merak, Bakauheni,” ujarnya.

Dari total sekitar 3,67 juta kendaraan yang diprediksi akan keluar dari Jakarta selama periode arus mudik, Korlantas Polri memperkirakan masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan lagi yang akan meninggalkan ibu kota pada hari-hari berikutnya.

“Jadi, masih ada kurang lebih 76,9 persen,” kata Faizal.

Korlantas Polri juga mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan pada beberapa hari ke depan.

Menurut Faizal, peningkatan volume lalu lintas diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3), Kamis (19/3), dan Jumat (20/3). Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Kemungkinan prediksi kami hari Rabu (18/3), Kamis (19/3), Jumat (20/3), itu akan terjadi lonjakan. Namun tentunya kita tetap memantau perkembangan situasi dan anggota kami di seluruh jalur, baik itu di tol maupun arteri, tetap mengantisipasi,” jelasnya.

Sebelumnya, pada hari pertama Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung Jumat (13/3), Jasa Marga mencatat sekitar 14 persen atau sekitar 285 ribu kendaraan telah keluar dari Jakarta.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang diperkirakan meninggalkan Jakarta selama periode ini mencapai sekitar 3,5 juta unit, dengan tujuan perjalanan yang didominasi menuju Tol Trans Jawa.