Jakarta — Seorang anggota Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan diserang monyet saat singgah di Phuket dalam perjalanan menuju Selat Hormuz. Insiden tersebut membuatnya harus dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
“Ia menerima perawatan medis dan dipindahkan kembali ke Jepang untuk perawatan lebih lanjut,” ujar juru bicara Armada ke-7 AS, seperti dilaporkan The Independent.
Meski terjadi insiden, pihak militer memastikan tidak ada dampak terhadap operasional yang sedang berlangsung.
Anggota tersebut diketahui bertugas di USS Chief, bagian dari sekitar 84 pelaut di dua kapal yang tengah menuju Selat Hormuz untuk menjalankan misi penanggulangan ranjau laut.
Setelah insiden, korban dipindahkan ke Sasebo, Jepang, guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Situasi di kawasan Selat Hormuz sendiri masih memanas sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Teheran dilaporkan telah memasang ranjau di jalur perairan strategis tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kapal penyapu ranjau AS saat ini tengah beroperasi untuk membersihkan Selat Hormuz. Ia juga menyebut Angkatan Laut AS telah diperintahkan untuk menindak kapal-kapal kecil Iran yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pejabat AS mengungkapkan bahwa Iran tidak memiliki catatan akurat terkait seluruh ranjau yang telah dipasang. Proses pembersihan ranjau diperkirakan dapat memakan waktu hingga enam bulan.
Di sisi lain, Thailand memang dikenal dengan populasi kera liar yang sering berkeliaran, termasuk di kawasan perkotaan. Selain mencuri makanan, beberapa di antaranya juga dilaporkan kerap menyerang manusia.

