Deli Serdang, 25 Juni 2026 — Desa Sidoharjo I Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, menjadi salah satu desa yang mendapat perhatian dalam program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara. Desa ini dinilai memiliki kerawanan terhadap bencana, terutama angin puting beliung dan banjir yang dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung pada kehidupan warga.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan perdana antara Tim Desa Binaan Universitas Sumatera Utara dengan Pemerintah Desa Sidoharjo I Pasar Miring yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Sidoharjo I Pasar Miring, pada 25 Juni 2026.
Pertemuan ini dihadiri Kepala Desa Sidoharjo I Pasar Miring, Santoso, S.Sos., S.H., bersama Tim Desa Binaan USU yang terdiri atas Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D. selaku Ketua; Dra. Evi Novida Ginting Manik, M.SP.; Wiro Oktavius Ginting, S.Sos., M.Si.; Yovita Sabarina Sitepu, S.Sos., M.Si.; Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.; serta Siti Hazzah Nur. R, S.Sos., M.AP.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah desa dan Tim Desa Binaan USU membahas kondisi lingkungan, pengalaman kebencanaan warga, serta kebutuhan penguatan kelembagaan desa dalam menghadapi risiko bencana.
Kepala Desa Sidoharjo I Pasar Miring, Santoso, mengungkapkan bahwa bencana angin puting beliung telah beberapa kali terjadi dan merusak rumah warga. Selain itu, banjir juga menjadi persoalan serius yang berdampak pada ratusan rumah.
“Tahun ini saja sudah terjadi 2 kali bencana puting beliung, sekitar bulan Februari dan Mei 2026. Banjir juga saat Sumatera tergenang banjir di beberapa titik, kita juga terdampak sampai ratusan perumahan warga,” ujar Santoso.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana di Desa Sidoharjo I Pasar Miring bukan sekadar potensi, melainkan persoalan nyata yang perlu segera ditangani melalui langkah yang lebih sistematis. Desa ini sebenarnya telah memiliki program DESTANA atau Desa Tangguh Bencana. Namun, dalam diskusi diketahui bahwa program tersebut belum berjalan secara efektif.
Kehadiran Tim Desa Binaan USU melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara atau LPPM USU diarahkan untuk memperkuat kapasitas desa dalam mengelola risiko bencana. Program ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga pada penguatan tata kelola bencana, komunikasi risiko, penyusunan dokumen kebencanaan, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Ketua Tim Desa Binaan USU, Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa pertemuan awal ini akan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion atau FGD yang melibatkan sejumlah pihak terkait.
“Setelah ini kita akan adakan FGD yang melibatkan perangkat Desa Sidoharjo, perwakilan masyarakat, pengurus DESTANA, BPBD dan Dinas Pendidikan Kabupaten. Nah, salah satu luaran yang akan kita hasilkan adalah Kajian Risiko Bencana yang harapannya nanti bisa diimplementasikan di desa tersebut,” ujar Dra. Februati.
FGD tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus 2026. Kegiatan ini akan menjadi ruang bersama untuk memetakan risiko, mengidentifikasi kebutuhan desa, serta menyusun langkah penguatan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Selain aspek kebencanaan, program Desa Binaan ini juga menaruh perhatian pada ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Sebab, dampak bencana tidak hanya terlihat dari kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi, keamanan keluarga, dan keberlanjutan kehidupan warga.
Melalui program ini, USU mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses pengurangan risiko bencana. Komunikasi risiko yang mudah dipahami warga, kesiapan perangkat desa, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun desa yang lebih tangguh.
Setelah pelaksanaan FGD, program akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil kegiatan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti dan digunakan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Dengan kondisi desa yang rawan banjir dan angin puting beliung, penguatan DESTANA di Desa Sidoharjo I Pasar Miring menjadi kebutuhan yang mendesak agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

