Sementara pada hari ketiga, Sabtu (2/5/2026), penutupan akan dimeriahkan dengan lagu daerah, pantun bersahut, sendratari Timbang Bakati, serta kembali menghadirkan bazar UMKM.

Bupati Sarolangun, Hurmin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival budaya, melainkan juga sarana strategis untuk mempromosikan potensi daerah.

“Ini ruang promosi potensi daerah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” tegasnya.

Melalui Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pusako, budaya khas Sarolangun diharapkan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat Provinsi Jambi, tetapi juga secara nasional. Event ini pun diproyeksikan menjadi salah satu agenda
budaya terbesar di Jambi sepanjang tahun 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.

Editor Redaksi @orasi.id/
Sumber Dok Diskominfo Muaro Jambi