JAMBI – Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Jambi bersama organisasi tani anggotanya menggelar Pendidikan Akademi Reforma Agraria Sejati (ARAS) Kepemimpinan tingkat Provinsi Jambi pada 26–27 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti 33 peserta yang berasal dari berbagai pengurus organisasi tani anggota KPA di Jambi.
Dalam kegiatan itu, KPA menyoroti masih tingginya konflik agraria di Provinsi Jambi. Berdasarkan data yang disampaikan organisasi tersebut, hingga saat ini terdapat 156 konflik agraria yang belum terselesaikan, sehingga Jambi disebut sebagai salah satu provinsi dengan tingkat konflik agraria tertinggi di Indonesia.
Melalui Pendidikan ARAS Kepemimpinan, KPA bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus organisasi rakyat dalam menjalankan pengorganisasian, advokasi, serta manajemen organisasi. Pendidikan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi perjuangan reforma agraria sejati di kalangan pimpinan organisasi anggota.
Menurut KPA, peningkatan kapasitas dan pemahaman ideologi reforma agraria merupakan bagian dari mandat yang tertuang dalam Garis-Garis Besar Haluan Program (GBHP) organisasi sebagai upaya mendorong transformasi perjuangan organisasi anggota.
KPA menilai reforma agraria sejati harus menjadi dasar pembangunan nasional yang berkeadilan. Organisasi tersebut juga menyatakan akan terus memperjuangkan hak-hak petani, nelayan tradisional, masyarakat adat, kaum miskin kota, buruh, dan perempuan melalui penguatan organisasi rakyat.
Melalui pendidikan ini, KPA berharap lahir kader-kader pemimpin organisasi yang memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai perjuangan reforma agraria serta mampu memperkuat organisasi tani anggota KPA di Provinsi Jambi. (*)

