JAKARTA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia juga mengklaim memiliki kesamaan pandangan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (12/6), Netanyahu menegaskan bahwa selama dirinya menjabat sebagai perdana menteri, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.

“Selama saya menjadi perdana menteri Israel, Iran tak akan punya senjata nuklir,” kata Netanyahu.

Ia menambahkan bahwa dirinya dan Presiden Trump memiliki kesepahaman penuh terkait upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Ada kesepakatan penuh antara saya dan Presiden Trump soal masalah ini,” ujarnya.

Israel dan Amerika Serikat selama ini menempatkan program nuklir Iran sebagai salah satu isu utama dalam hubungan dengan Teheran. Kedua negara berupaya menekan Iran agar tidak mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut memicu serangkaian aksi militer yang memperburuk kondisi keamanan kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankannya ditujukan untuk kepentingan damai dan bukan untuk pengembangan senjata nuklir. Teheran juga menolak tuntutan pelucutan program nuklir secara menyeluruh serta meminta hak pengayaan uranium tetap dihormati.

Saat ini, Amerika Serikat dan Iran masih berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen. Namun, hingga kini kedua pihak belum menemukan titik temu, terutama terkait masa depan program nuklir Iran.