JAKARTA – Seorang pria bersenjata tajam ditangkap polisi setelah melakukan penyerangan terhadap tiga wanita di kawasan Porte de Clichy, dekat kompleks pengadilan utama Paris, Prancis, pada Senin (27/7) sekitar pukul 11.30 waktu setempat.
Hingga kini, kepolisian Prancis masih menyelidiki identitas maupun motif pelaku. Otoritas juga meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan diumumkan.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengatakan ketiga korban yang berusia 19 tahun, 24 tahun, dan 36 tahun langsung dilarikan ke rumah sakit setelah insiden terjadi.
Dua korban dilaporkan mengalami luka serius dan masih berada dalam kondisi kritis.
“Satu korban terkena tikaman di bagian punggung bawah, sementara korban lainnya mengalami luka di area perut,” kata Nuñez, dikutip dari France24.
Salah Satu Korban Sedang Hamil
Wali Kota Distrik ke-17 Paris Geoffroy Boulard mengonfirmasi bahwa salah satu korban perempuan diketahui sedang mengandung saat menjadi sasaran penyerangan.
Namun, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi janin maupun perkembangan kesehatan korban tersebut.
Pelaku Ditangkap Berkat Aksi Polisi dan Warga
Aksi penyerangan berhasil dihentikan setelah seorang anggota polisi yang sedang tidak bertugas (off-duty) segera mengamankan pelaku di lokasi.
Penangkapan itu juga dibantu oleh warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Salah seorang saksi mata, Kheira Dellabed (54), yang bekerja sebagai pelayan restoran di lokasi, menceritakan detik-detik saat penyerangan berlangsung.
“Kami melihat seorang pria berjalan membawa dua bilah pisau dan menikam tiga orang,” ujar Kheira.
Ia mengatakan seorang pria yang membawa koper kecil kemudian memukul pelaku menggunakan tasnya hingga terjatuh.
“Kemudian seorang pemuda yang membawa koper kecil memukul pelaku menggunakan tasnya hingga roboh ke tanah. Pelayan dari restoran sebelah lalu menahannya dengan menindihkan kursi ke tubuh pelaku,” lanjutnya.
Polisi Masih Selidiki Motif Penyerangan
Laurent Nuñez mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menarik kesimpulan mengenai motif serangan.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna mengungkap latar belakang aksi penikaman tersebut.
Insiden ini terjadi tidak lama setelah aksi teror terpisah di Berlin, Jerman, ketika sebuah mobil van menabrak kerumunan peserta parade Pride. Peristiwa itu dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai 29 lainnya.

