Jakarta – Penyanyi legendaris Rod Stewart membatalkan seluruh jadwal tersisa dalam tur perpisahannya, One Last Time Tour, setelah menjalani prosedur pemasangan stent koroner atau ring jantung.

Musisi asal Inggris yang kini berusia 81 tahun tersebut tengah menjalani masa pemulihan. Perwakilannya mengatakan kondisi Stewart terus membaik dan sang penyanyi sudah kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Dokter puas dengan pemulihannya, dan Rod dalam kondisi sangat baik serta sudah kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa,” kata perwakilan Stewart seperti diberitakan Entertainment Weekly, Selasa (11/8).

Atas saran dokter, Stewart akan beristirahat selama sekitar empat minggu untuk memulihkan kondisi sekaligus mengembalikan kebugarannya sebelum kembali tampil di atas panggung.

“Atas saran dokter, dia akan menggunakan waktu empat minggu ke depan untuk memulihkan diri dan mengembalikan kebugarannya secara penuh sebelum kembali ke panggung,” ujar perwakilannya.

“Sayangnya, ini berarti dia tidak dapat melanjutkan jadwal tur yang sedang berlangsung.”

Minta Maaf kepada Penggemar

Stewart menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya karena harus membatalkan sejumlah pertunjukan yang telah dijadwalkan.

“Saya ingin berterima kasih kepada para dokter, perawat, dan semua orang yang telah merawat saya dengan sangat baik,” kata Stewart.

“Saya sangat kecewa karena harus melewatkan pertunjukan-pertunjukan ini dan meminta maaf karena mengecewakan para penggemar, tetapi saya menantikan untuk kembali ke panggung dan bersenang-senang bersama kalian semua lagi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Pembatalan tersebut sekaligus menjelaskan perubahan jadwal mendadak dalam One Last Time Tour, yang sebelumnya dijadwalkan berakhir di Colorado pada September.

Baca Juga:Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Dua hari sebelum pengumuman pembatalan, Stewart juga menunda konser di Riverbend Music Center, Cincinnati, karena mengalami prosedur medis yang disebut tidak terduga tetapi ringan.

Sempat Alami Masalah Kesehatan

Pemasangan ring jantung tersebut menjadi masalah kesehatan terbaru yang dialami Stewart dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Juni lalu, ia membatalkan empat konser di Nevada dan menunda dua pertunjukan lainnya di California setelah terserang flu.

“Maaf sekali, teman-teman. Saya sangat terpukul dan dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penggemar. Saya akan kembali ke panggung dan segera bertemu kalian,” tulisnya melalui Instagram saat itu.

Pada Juli, Stewart juga sempat menghentikan penampilannya di Utah First Credit Union Amphitheatre ketika sedang bernyanyi. Ia terlihat menggunakan tabung oksigen setelah hampir pingsan.

Stewart kemudian kembali ke atas panggung dan berhasil menyelesaikan pertunjukan tersebut.

Karier Lebih dari Lima Dekade

Rod Stewart merupakan penyanyi dan penulis lagu asal Inggris yang telah berkarier di industri musik selama lebih dari lima dekade.

Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi rock dan pop Inggris paling sukses melalui sejumlah lagu hit, di antaranya Maggie May, Da Ya Think I’m Sexy?, Tonight’s the Night (Gonna Be Alright), dan You Wear It Well.

Sepanjang kariernya, Stewart disebut telah menjual lebih dari 250 juta album dan single di seluruh dunia. Ia juga dua kali masuk Rock and Roll Hall of Fame, yakni sebagai anggota Faces pada 2012 dan sebagai solois pada 1994.

Stewart turut meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Grammy Award.

Pada 2016, ia dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Kerajaan Inggris atas kontribusinya terhadap musik dan kegiatan amal. Sejak saat itu, ia resmi menyandang gelar Sir Roderick David Stewart.

Dalam beberapa tahun terakhir, Stewart tetap aktif menggelar konser melalui One Last Time Tour yang menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan terakhirnya.

Namun, setelah mengalami sejumlah masalah kesehatan yang memengaruhi jadwal penampilan, Stewart kini memilih membatalkan seluruh sisa tur dan memprioritaskan pemulihan sebelum kembali ke panggung.