Jakarta — The Early Spring merupakan drama China modern terbaru yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian. Drama bergenre romantis dan bisnis ini mengisahkan hubungan antara seorang lulusan baru yang memasuki dunia kerja dan atasannya yang dikenal dingin serta keras.
Drama tersebut diadaptasi dari webnovel Zo Chun Qing Lang karya Gu Niang Bie Ku. Ceritanya mengikuti perjalanan karier sekaligus kisah cinta Shang Zhitao dan Luan Nian yang bermula dari hubungan profesional di sebuah agensi periklanan.
Sinopsis The Early Spring
Shang Zhitao (Sun Qian) merupakan seorang lulusan baru yang berhasil menembus persaingan dan diterima bekerja di salah satu agensi periklanan terkemuka dunia.
Sebagai karyawan baru tanpa pengalaman, Zhitao langsung menghadapi tantangan berat pada hari pertamanya bekerja.
Luan Nian (Jing Boran), atasannya yang dikenal bermulut tajam dan berwatak dingin, bahkan tanpa ragu memintanya untuk mengundurkan diri.
Namun, tekanan tersebut tidak membuat Zhitao menyerah. Ia memilih bertahan menghadapi kerasnya lingkungan kerja dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya.
Perlahan, Zhitao mulai membuktikan dirinya sebagai seorang profesional yang mampu diandalkan.
Intensitas interaksi keduanya di tempat kerja kemudian membuat hubungan mereka berkembang. Dari hubungan antara atasan dan bawahan, muncul perasaan cinta yang akhirnya membawa mereka menjalin hubungan asmara.
Hubungan tersebut bahkan bertahan hingga enam tahun.
Namun, perjalanan cinta mereka tidak selalu berjalan mulus. Serangkaian kesalahpahaman kemudian memicu konflik besar hingga Zhitao mengambil keputusan drastis untuk menghilang tanpa sepatah kata pun.
Baca Juga:Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)
Beberapa waktu kemudian, takdir kembali mempertemukan Zhitao dan Luan Nian.
Saat itu, kehidupan Zhitao telah berubah. Ia kembali ke kampung halamannya dan memilih membangun kehidupannya sendiri dengan mengelola sebuah restoran serta bisnis event organizer kecil.
Ia menjalani kehidupan secara mandiri sesuai dengan keinginannya. Pertemuan kembali dengan Luan Nian pun berpotensi membuka kembali kisah lama yang sebelumnya berakhir akibat berbagai kesalahpahaman.
Pemeran dan tim produksi The Early Spring
The Early Spring mempertemukan Jing Boran sebagai Luan Nian dan Sun Qian sebagai Shang Zhitao.
Drama ini disutradarai Chiang Chicheng, yang sebelumnya menggarap The Eternal Love 2 dan Had I Not Seen the Sun.
Sementara itu, skenarionya ditulis Gao Xiaoxian, yang sebelumnya terlibat dalam Forever Love dan My Wife’s Double Life.
Drama China ini memiliki total 24 episode.
The Early Spring tayang dan dapat disaksikan melalui Youku serta Netflix.