MANISA – Seorang siswa diduga melepaskan tembakan di dekat sebuah sekolah menengah di Distrik Turgutlu, Provinsi Manisa, Turki barat, pada Selasa (22/9/2026) pagi.

Penembakan yang terjadi di sekitar İnci Üzmez Mesleki ve Teknik Anadolu Lisesi itu menyebabkan sedikitnya 11 siswa terluka. Dua korban dilaporkan mengalami luka serius.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.59 waktu setempat ketika para siswa menuju sekolah. Laporan mengenai suara tembakan membuat aparat kepolisian dan tim medis segera dikerahkan ke lokasi.

Pelaku Ditangkap Polisi

Menteri Kehakiman Turki Akın Gürlek mengatakan tersangka yang masih berstatus anak berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian dan dibawa ke dalam tahanan.

Selain tersangka, polisi juga menahan ibu, ayah, serta kakeknya untuk kepentingan penyelidikan. Otoritas Turki tengah menyelidiki bagaimana senjata yang digunakan bisa berada di tangan tersangka serta kondisi penyimpanannya.

Penyidik juga memeriksa dugaan adanya perundungan terhadap tersangka sebelum penembakan. Namun, motif serangan tersebut masih dalam penyelidikan.

Rekaman kamera pengawas yang beredar memperlihatkan seseorang yang diduga sebagai tersangka berjalan menuju kawasan sekolah sambil membawa senjata laras panjang. Setelah penembakan, dia terlihat meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki.

Dua Korban dalam Kondisi Kritis

Menteri Kehakiman Akın Gürlek menyebut 11 siswa menjadi korban dalam serangan tersebut. Dua di antaranya berada dalam kondisi kritis, sementara korban lainnya mendapat perawatan di rumah sakit sekitar lokasi.

Kementerian Pendidikan Turki menyatakan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan untuk hari itu. Pemerintah juga mengerahkan tim untuk memberikan dukungan kepada siswa, guru, dan orang tua yang terdampak.

Penembakan Sekolah Kembali Terjadi

Insiden di Manisa terjadi beberapa bulan setelah dua serangan bersenjata di sekolah Turki pada April 2026.

Pada salah satu kejadian di Provinsi Şanlıurfa, seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sebuah sekolah dan melukai 16 orang sebelum kemudian meninggal dunia.

Sehari setelahnya, seorang siswa berusia 14 tahun melakukan penembakan di sekolah di Provinsi Kahramanmaraş. Serangan tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya sebelum pelaku tewas ditembak polisi.

Rangkaian kejadian tersebut kemudian mendorong perhatian lebih besar terhadap keamanan sekolah dan pengawasan kepemilikan senjata di Turki.

Penyelidikan terhadap kasus di Manisa masih berlangsung. Aparat juga menelusuri kemungkinan kelalaian terkait penyimpanan senjata serta faktor lain yang diduga berkaitan dengan serangan tersebut.