Jakarta — Four Hands, Two Sonatas menjadi drama Korea terbaru yang dibintangi Song Kang dan Lee Jun-young. Drama ini juga menandai kembalinya Lee Jun-young ke layar kaca setelah menjalani wajib militer.

Mengusung tema musik, Four Hands, Two Sonatas mengangkat kisah persahabatan, persaingan, serta proses pendewasaan anak muda di sebuah sekolah seni bergengsi.

Drama ini mempertemukan Song Kang dengan Lee Jun-young dan Jang Gyu-ri dalam cerita yang berpusat pada persaingan dua pianis muda dengan latar kehidupan sekolah seni.

Sinopsis Four Hands, Two Sonatas

Cerita Four Hands, Two Sonatas mengambil latar di Korea Arts High School, sekolah yang dipenuhi murid berbakat di bidang musik.

Kisahnya berfokus pada Kang Bi-o yang diperankan Song Kang, seorang jenius piano dengan karakter perfeksionis. Berkat bakat dan ambisinya, Bi-o selalu berada di posisi pertama, baik dalam bidang akademik maupun musik.

Ia bahkan digadang-gadang mampu menyapu bersih gelar dalam tiga kompetisi piano paling bergengsi di dunia.

Baca Juga:Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Namun, kehidupan Bi-o yang terlihat sempurna mulai terguncang ketika ia bertemu dengan rival yang tidak terduga.

Rival tersebut adalah Choi Jeong-yo yang diperankan Lee Jun-young. Ia merupakan prodigy piano yang terpaksa mengabaikan bakat besarnya karena situasi kehidupan dan kondisi ekonomi yang kurang beruntung.

Kepindahan Jeong-yo ke Korea Arts High School kembali mempertemukannya dengan Bi-o, sosok yang selama ini telah menarik perhatiannya. Di sekolah tersebut, Jeong-yo juga harus kembali menghadapi bakat musik yang selama ini ia kubur.

Persaingan antara dua pianis muda itu semakin menarik dengan kehadiran Hong Jae-in, siswi jurusan viola yang diperankan Jang Gyu-ri.

Jae-in memiliki pendengaran yang sangat sensitif dan selalu mencari alunan musik yang mampu memikat hatinya. Ia juga merupakan pendukung setia sekaligus sahabat dekat Bi-o sejak kecil karena terpikat oleh permainan pianonya.

Kehadiran Jae-in kemudian membuatnya ikut terseret ke dalam dinamika antara Bi-o dan Jeong-yo.

Di tengah persaingan ketat dunia musik, hubungan ketiga anak muda tersebut perlahan berkembang menjadi ikatan emosional. Persaingan yang mereka jalani juga menjadi bagian dari proses menemukan harmoni dan pendewasaan diri.

Pemain dan Sutradara Four Hands, Two Sonatas

Four Hands, Two Sonatas diarahkan oleh Park Hyun-suk, sutradara yang sebelumnya menggarap Stranger 2 dan Uncontrollably Fond.

Sementara itu, naskah drama ditulis oleh Shin Yi-won, yang sebelumnya terlibat dalam Green Mother’s Club.

Drama ini dibintangi:

  • Song Kang sebagai Kang Bi-o
  • Lee Jun-young sebagai Choi Jeong-yo
  • Jang Gyu-ri sebagai Hong Jae-in

Four Hands, Two Sonatas memiliki 12 episode dan tayang setiap Sabtu dan Minggu di Netflix.