JAKARTA – Lamine Yamal tetap optimistis bisa meraih penghargaan Ballon d’Or suatu hari nanti. Bintang muda Barcelona tersebut mengaku percaya pada proses yang sedang dijalaninya, meski belum berhasil menjadi pemain terbaik dunia dalam dua edisi terakhir penghargaan bergengsi itu.
Yamal menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru mengejar pencapaian tersebut. Ia memilih fokus mengembangkan kemampuan dan mempertahankan performa bersama Barcelona maupun tim nasional Spanyol.
“Saya percaya pada jalan yang sedang saya bangun. Tanpa terburu-buru, dengan penuh antusiasme dan ketenangan pikiran bahwa suatu hari nanti momen saya akan tiba,” kata Yamal, seperti dikutip dari AS.
Yamal Dua Kali Finis sebagai Runner-up Ballon d’Or
Dalam dua edisi terakhir Ballon d’Or, Yamal berhasil menempati posisi kedua. Pada edisi 2025, penghargaan utama diraih Ousmane Dembele, sementara Yamal berada di urutan kedua di atas sejumlah pemain ternama lainnya.
Pada edisi 2026, Yamal kembali bersaing di papan atas. Namun, penghargaan tersebut diberikan kepada Harry Kane, sedangkan pemain Barcelona itu harus puas berada di posisi kedua.
Meski belum mendapatkan Ballon d’Or, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Yamal telah masuk dalam persaingan di antara pemain-pemain terbaik dunia pada usia yang relatif muda.
Tiga Kali Raih Kopa Trophy
Prestasi Yamal di level individu juga terlihat melalui Kopa Trophy, penghargaan untuk pemain muda terbaik. Ia disebut meraih penghargaan tersebut dalam tiga edisi beruntun, yakni 2024, 2025, dan 2026.
Rangkaian pencapaian itu memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling menonjol dalam sepak bola Eropa.
Bersama Barcelona, Yamal juga berperan dalam pencapaian tim di kompetisi domestik. Sementara bersama tim nasional Spanyol, ia menjadi bagian dari generasi pemain yang diharapkan mampu menjaga daya saing negara tersebut di turnamen internasional.
Liga Champions Jadi Target Berikutnya
Untuk meningkatkan peluang meraih Ballon d’Or, Yamal masih memiliki sejumlah target bersama Barcelona. Salah satunya adalah memenangkan Liga Champions, kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Gelar tersebut dapat menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya, terutama jika diikuti performa individu yang konsisten sepanjang musim.
Meski demikian, penghargaan Ballon d’Or tidak hanya ditentukan oleh satu gelar. Kontribusi individu, performa sepanjang periode penilaian, prestasi tim, dan konsistensi di pertandingan penting turut menjadi pertimbangan.
Yamal tampaknya memilih untuk tidak menjadikan kegagalan meraih penghargaan utama dalam dua tahun terakhir sebagai beban. Sebaliknya, ia ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Dengan usianya yang masih muda, kesempatan untuk bersaing memperebutkan Ballon d’Or pada tahun-tahun berikutnya masih terbuka. Kini, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan performa dan membantu Barcelona meraih gelar-gelar besar.

