Jakarta — Sejumlah lurah di DKI Jakarta mengandalkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menampilkan program unggulan wilayah masing-masing dalam ajang Benyamin S Award 2026.
Lurah Kebon Sirih Henny Mahrojah mengatakan persiapan mengikuti ajang tersebut membutuhkan kesamaan persepsi antara pemerintah kelurahan dan warga. Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci agar berbagai kegiatan yang disiapkan dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah setelah dilakukan koordinasi, kolaborasi itu berjalan dengan lancar. Warga mendukung terkait dengan kegiatan BSA ini,” kata Henny.
Kelurahan Unggulkan Program Sesuai Potensi Wilayah
Sementara itu, Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi mengunggulkan kategori Bersih dan Nyaman dalam Benyamin S Award 2026.
Salah satu program andalannya berada di RW 6, melalui pengelolaan bank sampah dan pemilahan sampah secara rutin oleh warga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kelurahan menampilkan program yang melibatkan masyarakat sekaligus sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah.
Lurah Utan Kayu Selatan Ria Handayani juga optimistis dapat memberikan hasil terbaik berkat keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Keterlibatan tersebut mencakup pengurus RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), hingga pegiat seni dan budaya.
Ria berharap partisipasi dalam Benyamin S Award 2026 dapat mendorong pembangunan wilayahnya menjadi lebih maju.
27 Kelurahan Ikuti Penjurian Lapangan
Benyamin S Award 2026 merupakan ajang tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menilai kelurahan berdasarkan empat pilar, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.
Sebanyak 27 kelurahan yang telah lolos seleksi mengikuti penjurian lapangan setelah sebelumnya melalui tahap verifikasi daring.
Kelurahan yang lolos akan mengikuti tahapan lanjutan sebelum pemenang pada setiap kategori diumumkan pada akhir Oktober 2026.
Melalui ajang tersebut, pemerintah kelurahan dapat menampilkan berbagai program dan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam pengembangan wilayah masing-masing.

