Jakarta — Bank Mandiri turut ambil bagian dalam program BUMN Peduli melalui pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Program ini berfokus pada penyediaan hunian sementara yang layak, aman, dan bermartabat sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.
Pembangunan Huntara tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diorkestrasi oleh Danantara Indonesia bersama BP BUMN. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.
Peninjauan langsung lokasi pembangunan Huntara di Aceh Tamiang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta jajaran direksi BUMN yang terlibat, termasuk Himbara, BUMN Karya, PLN, Telkomsel, dan PT Perkebunan Nusantara.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa keterlibatan Bank Mandiri dalam pembangunan Huntara Aceh Tamiang merupakan bentuk sinergi nasional BUMN untuk memastikan kehadiran negara dirasakan secara nyata oleh masyarakat terdampak bencana.
“Di bawah koordinasi Danantara Indonesia, sinergi lintas BUMN termasuk Bank Mandiri saat ini tengah mengakselerasi pembangunan total 600 unit Huntara secara nasional. Kami percaya sinergi lintas BUMN menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Ari.
Pembangunan Huntara ditargetkan terus berlanjut hingga mencapai 15.000 unit dalam waktu tiga bulan ke depan. Target tersebut ditetapkan untuk memastikan ketersediaan hunian sementara yang layak bagi keluarga yang terdampak langsung bencana.
Ari menambahkan, kontribusi Bank Mandiri tidak hanya terbatas pada dukungan pembangunan fisik, tetapi juga mencakup upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan usaha serta perluasan akses layanan keuangan yang inklusif,” tambahnya.
Proyek Huntara di Aceh Tamiang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya di bawah naungan Danantara Indonesia. Setiap unit Huntara dirancang dengan standar kelayakan huni dan konsep modular guna memastikan kecepatan serta kualitas pembangunan, lengkap dengan fasilitas sosial pendukung.
Fasilitas tersebut meliputi dua kasur per unit, lemari, kipas angin, akses listrik dan Wi-Fi gratis, MCK komunal terpisah untuk menjaga standar sanitasi, serta fasilitas umum berupa klinik kesehatan dan taman bermain anak guna mendukung pemulihan sosial warga.
Melalui sinergi dan percepatan pembangunan Huntara, Bank Mandiri berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan yang adaptif dan responsif.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus bergerak cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Prabowo di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal 2026 merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya BUMN yang terlibat langsung di lapangan.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya,” kata Rosan.
Senada dengan itu, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.
“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, mulai dari percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan,” ujarnya.
Berangkatkan 20 Relawan Mandiri Tahap Kedua
Sejalan dengan pembangunan Huntara, Bank Mandiri juga menugaskan 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana tahap kedua untuk melanjutkan pendampingan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah wilayah lain di Aceh.
Relawan berasal dari berbagai unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club. Mereka menggantikan relawan tahap awal yang sebelumnya bertugas di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan pendampingan, relawan membantu penyaluran bantuan logistik dan perlengkapan sekolah, mendukung operasional posko tanggap bencana, pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan dasar, kegiatan belajar sementara bagi anak-anak, serta pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
“Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa pemulihan dengan lebih tertata, sekaligus memulihkan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Ari.

