Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 11,28 poin atau naik 0,13 persen ke level 8.936 pada perdagangan Jumat (9/1).
Pada penutupan tersebut, nilai transaksi tercatat mencapai Rp27,45 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 57,02 miliar saham. Sepanjang sepekan terakhir, IHSG menguat dalam empat hari perdagangan, sementara satu hari lainnya melemah. Secara keseluruhan, indeks mencatatkan penguatan 2,16 persen sepanjang pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa selama periode 5 hingga 9 Januari 2026, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia ditutup dengan kinerja positif.
Kapitalisasi pasar bursa tercatat meningkat 1,79 persen, dari Rp16.014 triliun menjadi Rp16.301 triliun. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian melonjak 48,08 persen, dari 41,72 miliar lembar saham menjadi 61,78 miliar lembar saham.
Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 44,68 persen, dari Rp21,74 triliun menjadi Rp31,45 triliun. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 42,74 persen, dari 2,79 juta transaksi menjadi 3,98 juta transaksi pada penutupan pekan lalu.
“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp2,56 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp3,1 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (9/1).
Proyeksi IHSG Pekan Depan
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai penguatan IHSG yang sempat mencetak rekor tertinggi dengan menyentuh level 9.002 didorong oleh beberapa faktor utama.
Pertama, adanya arus dana asing masuk (net inflow) sepanjang sepekan terakhir yang mencapai Rp2,04 triliun di seluruh pasar. Kedua, kenaikan harga komoditas yang berfungsi sebagai safe haven turut mengerek kinerja saham-saham sektor mineral. Ketiga, pasar mulai berspekulasi terhadap potensi pembagian dividen tahunan oleh sejumlah emiten.
Meski demikian, Oktavianus memperkirakan IHSG berpeluang mengalami koreksi di awal pekan dan bergerak di kisaran level support 8.870 serta resistance 9.009.
“Pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menahan laju penguatan indeks,” ujar Oktavianus, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan bahwa sentimen tersebut antara lain berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp16.800 per dolar AS. Di sisi lain, harga komoditas masih melanjutkan tren penguatan, dengan emas mencapai US$4.470 per ounce dan perak berada di level US$77 per ounce, yang dinilai akan berkorelasi positif terhadap emiten terkait.
Namun demikian, meningkatnya tensi geopolitik global juga menjadi perhatian investor. Konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung, intervensi Amerika Serikat ke Venezuela hingga Greenland, serta gejolak internal di Iran dinilai berpotensi menekan harga komoditas energi dan pangan. Kondisi tersebut mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang ditutup menguat 4,31 persen ke level 1.695 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan saham ARCI berpotensi bergerak hingga level 1.900.
Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga direkomendasikan setelah ditutup menguat 7,21 persen ke posisi 2.380. HRTA diproyeksikan berpeluang mencapai level 2.790 pada pekan ini.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG pada pekan depan masih berpotensi berlangsung volatil. Ia memproyeksikan indeks bergerak dengan level support di 8.806 dan resistance di 8.996.
“IHSG pada pekan depan masih rawan bergerak volatil dengan support di 8.806 dan resistance di 8.996,” ujar Herditya.
Menurutnya, volatilitas tersebut dipicu oleh rilis data inflasi dari Amerika Serikat dan China, serta pergerakan harga komoditas global yang dalam jangka pendek diperkirakan cenderung melemah.
Herditya merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang ditutup menguat 0,43 persen ke level 462. Saham ini diproyeksikan berpeluang mencapai level 510.
Selain itu, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga menjadi perhatian setelah menguat 15,44 persen ke level 1.720 pada pekan lalu dan diproyeksikan berpotensi bergerak hingga level 1.900.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

