KEGAGALAN Koperasi Unit Desa (KUD) di Indonesia merupakan studi kasus yang menarik sekaligus memprihatinkan dalam sejarah ekonomi kerakyatan kita. Meskipun dirancang sebagai tulang punggung ekonomi desa, banyak KUD yg kini tinggal papan nama atau masih beroperasi namun dengan “napas tersengal-sengal”

Begitulah yg terjadi pada KUD tanjung mulia utama yg berada di kecamatan bahar selatan desa tanjung mulia Unit 17, “hidup segan mati tak mau” Begitulah kira-kira saya menggambarkan kondisinya.

Proses distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari anggota KUD ke pabrik kelapa sawit (PKS) sebelumnya dilakukan oleh KUD, sekarang justru dilakukan oleh kelompok tani masing masing, itu terjadi karena mulai lunturnya kepercayaan anggota terhadap kepengurusan KUD.

Bagaimana tidak, pasalnya hasil panen TBS anggota periode November dan Desember 2025 sebanyak 270 ton baru dibayarkan kepada anggota dengan harga sangat murah di bulan Maret 2026,itu pun karena adanya desakan dari anggota yang difasilitasi oleh kepala desa. Ini jelas merupakan kegagalan operasional KUD tanjung mulia utama.

saya melihat salah satu faktor kegagalan ini karena kepengurusan yg terpilih didasari ketokohan, bukan kompetensi, sehingga Karena statusnya sebagai “tokoh,” anggota atau pengawas sering kali merasa sungkan (ewuh pakewuh) untuk mengkritik kebijakan yang salah atau menanyakan transparansi anggaran.
Dari persoalan itu saya pikir ini tidak sesederhana masalah keterlambatan pembayaran hasil panen TBS, saya menduga ada masalah yang lebih serius ditubuh KUD tanjung mulia utama.

Oleh karena itu saya memohon kepada Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Muaro Jambi untuk menyoroti persoalan ini dan melakukan Audit Investigatif terhadap KUD tanjung mulia utama agar semua informasi arus keuangan KUD terbuka terang benderang, kepercayaan anggota pun kembali pulih, kemudian roda operasional KUD berputar dengan baik dan esensi KUD yang diharapkan sebagai tulang punggung ekonomi desa kembali dirasakan manfaatnya oleh anggota KUD tanjung mulia utama.