Jakarta — Sisa nasi yang tidak habis dikonsumsi tidak selalu harus dibuang. Bahan makanan ini dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pupuk organik yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

Sisa nasi mengandung karbohidrat dan nitrogen yang dapat dimanfaatkan dalam proses penguraian bahan organik. Jika diolah dengan benar, limbah dapur ini dapat menjadi salah satu alternatif pupuk ramah lingkungan.

Berikut cara memanfaatkan sisa nasi untuk kompos beserta manfaatnya bagi tanaman.

Cara Membuat Kompos dari Sisa Nasi

Salah satu cara paling sederhana adalah mengubur sisa nasi di dalam tanah bersama bahan organik lainnya.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Gali lubang sedalam sekitar 30 sentimeter di dekat tanaman.
  • Masukkan sisa nasi ke dalam lubang.
  • Agar proses penguraian lebih baik, campurkan dengan bahan organik lain seperti daun kering atau dedaunan.
  • Tutup kembali lubang menggunakan tanah hingga rapat.

Setelah beberapa waktu, sisa nasi akan terurai menjadi bahan organik yang membantu menambah unsur hara di dalam tanah.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Sisa Nasi

Selain dijadikan kompos, sisa nasi juga dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) melalui proses fermentasi.

Berikut tahapannya:

  • Siapkan sekitar 500 gram sisa nasi.
  • Simpan di tempat yang teduh, tidak terkena hujan maupun sinar matahari langsung hingga muncul jamur berwarna oranye.
  • Siapkan larutan berisi satu liter air yang dicampur 75–100 gram gula pasir.
  • Campurkan nasi yang telah ditumbuhi jamur dengan larutan gula tersebut, lalu tutup rapat wadahnya.
  • Diamkan selama kurang lebih satu minggu.
  • Buka tutup wadah setiap hari untuk mengaduk campuran hingga merata.
  • Jika telah tercium aroma fermentasi seperti tapai, POC siap digunakan.

Untuk pemakaian, encerkan larutan dengan perbandingan 1 bagian POC dan 20 bagian air, kemudian siramkan secukupnya ke tanaman sebanyak dua kali dalam sepekan.

Manfaat Kompos dari Sisa Nasi

Kompos yang dibuat dari sisa nasi dapat menjadi sumber nutrisi tambahan bagi tanaman.

Kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium membantu mendukung pertumbuhan daun, merangsang pembungaan, serta memperkuat sistem perakaran tanaman.

Selain itu, penggunaan kompos organik juga dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta mengurangi limbah organik rumah tangga.

Dengan memanfaatkan sisa nasi sebagai kompos, limbah dapur yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat untuk tanaman dan lingkungan.