Jambi – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengemuka. Pemantauan dari udara mendeteksi sedikitnya tiga titik api aktif di kawasan lahan gambut Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dokumentasi pemantauan yang diterima menunjukkan sejumlah titik api masih terlihat membakar lahan. Kepulan asap tebal juga tampak menyelimuti kawasan yang terbakar.
Berdasarkan laporan pemantauan, tiga titik api tersebut berada di sekitar koordinat:
- Api 1: 1°54’21” LS, 103°52’54” BT
- Api 2: 1°56’15” LS, 103°50’50” BT
- Api 3: 1°56’28” LS, 103°50’60” BT
Dokumentasi udara bertanggal 10 Agustus 2026 pukul 17.29 WIB memperlihatkan api masih menyala di sejumlah bagian lahan, sementara asap menyebar cukup luas di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena wilayah Muara Medak relatif dekat dengan sejumlah kawasan di Provinsi Jambi. Asap dari karhutla di wilayah perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi berpotensi memengaruhi kualitas udara apabila arah dan kecepatan angin mendukung pergerakannya.
Namun, arah sebaran asap hingga masuk ke wilayah Kota Jambi perlu dipastikan melalui pemantauan meteorologi dan kualitas udara oleh instansi berwenang.
Pemantauan dari udara ini menjadi penting untuk mengetahui perkembangan titik api sekaligus menentukan langkah penanganan di lapangan, terutama karena lahan gambut berpotensi membuat api sulit dipadamkan dan memunculkan asap dalam waktu lama.
Situasi karhutla di wilayah tersebut masih perlu diwaspadai. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah titik api bertambah, meluas, atau berhasil dikendalikan oleh tim penanganan karhutla.

