Jakarta — Kaki dingin sering dianggap sebagai tanda adanya gangguan sirkulasi darah. Kondisi tersebut memang dapat membuat aliran darah hangat lebih sulit mencapai kaki dan telapak kaki. Namun, kaki dingin juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.
Terlalu lama duduk, kurang bergerak, dan gaya hidup sedentari dapat membuat kaki terasa dingin. Konsumsi kafein berlebihan, kekurangan vitamin tertentu, hingga gangguan pada saraf dan pembuluh darah juga dapat menjadi penyebab.
Berikut 10 penyebab kaki dingin yang perlu diketahui.
1. Terlalu banyak minum kopi
Konsumsi kopi dan minuman berkafein secara berlebihan dapat membuat kaki terasa lebih dingin.
“Studi menunjukkan bahwa kafein dapat sementara mempersempit aliran darah ke ekstremitas Anda,” kata Zachary Cartun, dokter sekaligus salah satu pendiri Stride Soles, seperti dilansir Woman’s World.
Penyempitan tersebut dapat membuat aliran darah ke kaki berkurang sehingga kaki terasa lebih dingin dari biasanya.
Karena itu, minuman panas seperti kopi tidak selalu membuat kaki lebih cepat hangat. Kandungan kafeinnya justru dapat memengaruhi aliran darah ke ekstremitas.
2. Perubahan hormon menjelang menopause
Pada sebagian perempuan, penurunan estrogen seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh.
Gangguan mekanisme pengaturan suhu tersebut dapat menimbulkan respons tubuh yang tidak stabil. Kondisinya dapat berupa hot flashes atau sensasi kaki yang terasa dingin.
3. Kekurangan vitamin B12 atau zat besi
Kekurangan vitamin B12 dan zat besi juga dapat menyebabkan kaki terasa dingin.
Kedua nutrisi tersebut berperan dalam membawa oksigen ke jaringan tubuh. Jika kadarnya rendah, suplai oksigen ke jaringan dapat terganggu.
Selain kaki dingin, kekurangan kedua nutrisi tersebut dapat disertai keluhan seperti lemas, pucat, dan mudah lelah.
4. Cuaca dingin
Kaki dingin ketika berada di lingkungan dengan suhu rendah merupakan kondisi yang normal.
Mengutip WebMD, suhu dingin dapat membuat pembuluh darah di tangan dan kaki menyempit. Respons tersebut merupakan mekanisme alami tubuh untuk mempertahankan suhu organ vital.
Karena itu, kaki yang terasa dingin sesekali ketika berada di tempat bersuhu rendah tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan.
5. Stres
Stres juga dapat membuat kaki terasa dingin.
Ketika mengalami stres, tubuh dapat masuk ke kondisi fight or flight dan melepaskan hormon adrenalin. Hormon tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga tubuh memprioritaskan aliran darah ke organ-organ penting.
Akibatnya, aliran darah ke kaki dapat berkurang dan menimbulkan sensasi dingin, kebas, atau tidak nyaman.
6. Diabetes tipe 1 dan 2
Diabetes dapat memengaruhi pembuluh darah dan saraf. Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat mengganggu sirkulasi darah ke kaki sekaligus meningkatkan risiko kerusakan saraf.
Kondisi tersebut dapat membuat kaki terasa dingin atau menimbulkan perubahan sensasi lainnya.
7. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.
Hormon tiroid berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika produksinya rendah, metabolisme dapat melambat dan tubuh lebih sulit mempertahankan suhu.
Kaki dingin dapat muncul bersama gejala lain seperti mudah lelah, berat badan naik, dan tubuh terasa lebih lambat.
8. Sindrom Raynaud
Sindrom Raynaud terjadi ketika pembuluh darah bereaksi secara berlebihan terhadap suhu dingin atau stres.
Pembuluh darah pada jari tangan dan kaki dapat menyempit secara drastis sehingga aliran darah berkurang. Akibatnya, bagian tubuh tersebut dapat terasa dingin dan mengalami perubahan warna.
9. Neuropati perifer
Neuropati perifer merupakan kondisi ketika saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang mengalami kerusakan.
Diabetes merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan neuropati perifer. Kerusakan saraf dapat mengganggu komunikasi antara otak dan tubuh sehingga sensasi suhu pada kaki menjadi tidak normal.
Selain diabetes, neuropati perifer dapat dipicu oleh infeksi, kekurangan vitamin, paparan racun, atau penyakit ginjal.
10. Penyakit arteri perifer
Penyakit arteri perifer terjadi ketika plak menumpuk di dinding arteri sehingga memperlambat aliran darah menuju kaki.
Kondisi ini lebih sering dialami orang berusia di atas 50 tahun, perokok, atau penderita diabetes.
Gangguan aliran darah akibat penyakit arteri perifer dapat membuat kaki terasa dingin. Kondisi tersebut perlu diperhatikan terutama jika disertai keluhan lain.
Kapan kaki dingin perlu diperiksa?
Kaki dingin tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit tertentu. Namun, kondisi yang terjadi terus-menerus perlu mendapat perhatian, terutama jika disertai nyeri, mati rasa atau kebas, serta perubahan warna kulit.
Berbagai penyebab dapat menghasilkan keluhan yang serupa. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

