Oleh:  Penikmat Musik dari Jambi

 

 

“Perjalanan seorang drummer senior yang memilih mewariskan pengetahuan, bukan hanya mengejar panggung”

 

Nama Budi Haryono atau yang juga dikenal sebagai Budhy Haryono merupakan salah satu nama penting dalam perjalanan musik Indonesia, khususnya di balik drum. Kariernya membentang lintas genre dan generasi, dari rock, jazz-rock, fusion hingga pop-rock.

Budi bukan hanya dikenal sebagai mantan drummer GIGI.

Jauh sebelum bergabung dengan band yang digawangi Armand Maulana dan Dewa Budjana tersebut, ia telah melewati perjalanan panjang bersama sejumlah kelompok musik penting Indonesia.

Perjalanan Budi antara lain dimulai bersama Jamrock, kelompok rock asal Cimahi yang kemudian berkembang menjadi Jamrud. Ia tercatat memperkuat Jamrock pada awal dekade 1980-an, sekitar 1981 hingga 1985.

Setelah itu, Budi masuk ke Krakatau, kelompok yang dikenal dengan eksplorasi jazz dan fusion. Pengalaman tersebut memperluas warna permainan drumnya. Ia kemudian melanjutkan perjalanan bersama Karimata, kelompok musik yang juga memiliki warna jazz-fusion kuat.

Perjalanan lintas genre tersebut menjadi salah satu ciri khas Budi Haryono. Permainan drumnya tidak berhenti pada pendekatan rock yang keras, tetapi berkembang dengan pengaruh jazz, fusion dan berbagai eksplorasi ritmis.

 

Bergabung dengan GIGI

 

Nama Budi semakin dikenal luas ketika bergabung dengan GIGI pada era 1990-an.

Ia masuk setelah posisi drummer GIGI yang sebelumnya ditempati Ronald Fristianto mengalami perubahan. Budi kemudian menjadi bagian dari formasi GIGI bersama Armand Maulana, Dewa Budjana dan Opet Alatas.

Bersama GIGI, Budi terlibat dalam perjalanan penting band tersebut, termasuk album 2×2 yang dirilis pada 1997. Album tersebut memperlihatkan upaya GIGI mengeksplorasi warna musik yang lebih luas dengan melibatkan sejumlah musisi ternama.

Kehadiran Budi turut memperkuat karakter ritmis GIGI pada periode tersebut. Ia bertahan bersama band itu hingga sekitar 2004.

Dari GIGI ke Tiket

Setelah meninggalkan GIGI, Budi kembali bekerja sama dengan Opet Alatas dalam perjalanan musik bersama Tiket.

Pada akhir 2000-an, Budi menjadi drummer Tiket dalam fase kebangkitan kembali kelompok tersebut. Bersama personel lainnya, ia terlibat dalam proyek Transisi dan versi repackage-nya.

Periode tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Budi tidak berhenti setelah meninggalkan GIGI. Ia tetap aktif mengembangkan dirinya melalui berbagai proyek musik.

Lebih dari Sekadar Drummer

Budi Haryono juga dikenal memiliki kapasitas sebagai music director.

Pada 2011, ia dipercaya menangani arah musikal kelompok Narwastu. Peran tersebut menunjukkan kemampuannya tidak hanya sebagai pemain drum, tetapi juga sebagai musisi yang memahami aransemen, produksi dan kebutuhan musikal sebuah kelompok.

Pengalaman panjang bersama berbagai band membuat Budi memiliki perspektif yang cukup luas terhadap musik. Ia pernah berada di lingkungan rock, jazz, fusion dan pop, sehingga karakter permainannya berkembang melalui banyak pengaruh.

Sejumlah musisi juga mengenal Budi sebagai drummer dengan pola permainan yang kreatif. Permainannya disebut memiliki sentuhan ritmis yang tidak monoton dan mendapat pengaruh dari berbagai jenis musik, termasuk unsur perkusi tradisional.

Jejak yang Panjang

Karier Budi Haryono menjadi gambaran perjalanan seorang drummer yang tumbuh bersama perkembangan musik populer Indonesia.

Dari Jamrock, Krakatau dan Karimata, ia kemudian menjadi bagian dari perjalanan GIGI dan Tiket. Di luar aktivitas sebagai pemain, ia juga menjalani peran sebagai music director.

Namun satu hal sulit dibantah: Budi Haryono merupakan salah satu drummer Indonesia yang memiliki perjalanan karier panjang dan lintas genre.

Namanya tidak hanya tercatat dalam sejarah beberapa band besar, tetapi juga dalam perjalanan perkembangan musik Indonesia dari era rock dan jazz-fusion hingga musik pop-rock modern.

Dari balik perangkat drum, Budi Haryono telah meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang daripada sekadar daftar band yang pernah diperkuatnya.