SENGETI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan pelebaran dan penambahan lajur dua Jalan Simpang Mendalo.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja di ruang rapat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bina Marga Jambi, Pasir Putih, Kota Jambi, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari pembahasan yang sebelumnya dilakukan pada Mei 2026 bersama anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi Komisi V.
Pembahasan kali ini berfokus pada rencana pembangunan jalur dua dari Exit Tol Pijoan hingga Mendalo Darat yang berbatasan dengan Kota Jambi.
Ruas tersebut merupakan bagian dari Lintas Timur Pulau Sumatera yang menghubungkan Jambi dan Riau, serta Lintas Tengah Sumatera menuju Sumatera Barat.
Bupati Muaro Jambi Siap Sosialisasikan Rencana Pembangunan
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno hadir dalam pertemuan bersama Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi Anjar Parbowo.
Bambang menyampaikan apresiasi terhadap rencana pembangunan dua jalur di kawasan Mendalo yang berbatasan dengan Kota Jambi.
“Pada tahun 2018 sudah pernah diusulkan, banyak yang menolak. Namun seiring perkembangan zaman dan banyaknya jumlah kendaraan, Pemda siap melakukan sosialisasi. Kalau sekadar pagar, Pemda siap mengganti. Tapi kalau sudah bangunan ruko, harus kita bicarakan. Intinya Pemkab Muaro Jambi sangat mendukung,” ujar Bambang Bayu Suseno.
Ia mengatakan Pemkab Muaro Jambi siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan karena pembangunan jalan berkaitan dengan kepentingan umum.
Sosialisasi direncanakan dimulai dari Simpang Rimbo hingga gerbang tol. Bambang juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jambi dan para ketua RT yang berada di sepanjang ruas jalan yang direncanakan untuk dibangun.
BPJN Jambi Paparkan Data Teknis
Kepala BPJN Jambi Robert E. Sihotong memaparkan sejumlah data teknis terkait penanganan Jalan Simpang Mendalo.
Pada segmen Batas Kota Jambi–Simpang Rimbo, jalan eksisting memiliki lebar 7,5 meter dengan panjang penanganan 2,26 kilometer.
Segmen berikutnya memiliki lebar eksisting 7,5 meter dengan panjang penanganan 7,80 kilometer. Sementara segmen Batas Kota Jambi ke Mendalo Darat–Simpang Tiga memiliki panjang 0,30 kilometer.
Untuk pembangunan jalur dua, BPJN Jambi menyebut diperlukan pelebaran jalan hingga 30-35 meter.
Rencana tersebut mencakup dua lajur dengan lebar masing-masing 7,5 meter. Selain itu, terdapat trotoar selebar 1,5 meter, parit, pertamanan selebar 3 meter, serta taman di tengah jalur dengan lebar 1,5 meter.
Robert mengatakan tahapan yang perlu diselesaikan saat ini berkaitan dengan pembebasan lahan.
“Saat ini tinggal pembebasan lahan atau tanah.”
Dengan dukungan Pemkab Muaro Jambi dan rencana sosialisasi kepada masyarakat, proses pembangunan jalur dua Jalan Simpang Mendalo selanjutnya bergantung pada tahapan pembebasan lahan.

