Jakarta — Menyikat gigi kerap dianggap belum cukup untuk membersihkan gigi dan mulut secara menyeluruh. Karena itu, penggunaan obat kumur atau mouthwash sering dianjurkan sebagai pelengkap rutinitas kebersihan mulut. Namun, kapan sebenarnya waktu terbaik menggunakan mouthwash?

Menyikat gigi merupakan langkah utama dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Selain itu, penggunaan benang gigi juga diperlukan untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat. Setelah itu, berkumur dengan mouthwash menjadi bagian dari rutinitas kebersihan mulut yang kerap dilakukan.

Spesialis gigi kosmetik Kourosh Maddahi menyebut berkumur dengan mouthwash sebagai salah satu rutinitas kebersihan mulut di rumah yang penting. Ia menjelaskan bahwa gigi hanya mencakup sekitar 24 persen dari seluruh area mulut. Sisanya terdiri dari pipi, lidah, dasar mulut, serta langit-langit mulut.

Menurutnya, obat kumur dapat membantu membersihkan area mulut secara lebih menyeluruh.
“Umumnya mouthwash terutama digunakan untuk menyegarkan napas; namun, tindakan pembersihan mulut secara keseluruhan jauh lebih penting,” ujar Maddahi, seperti dikutip dari Glamour.

Terkait waktu penggunaan, Maddahi menyarankan mouthwash digunakan setiap hari setelah menyikat gigi dan membersihkan sela gigi dengan benang gigi. Ia merekomendasikan penggunaan mouthwash nonantiseptik untuk rutinitas harian.

Mouthwash antiseptik, menurutnya, dapat membunuh seluruh bakteri di mulut, termasuk bakteri baik. Jenis ini umumnya digunakan dalam kondisi tertentu, seperti saat mengalami gigi berlubang atau penyakit gusi.

Agar hasilnya optimal, Maddahi juga menyarankan memberi jeda setelah berkumur.
“Sebaiknya jangan makan atau minum selama 30 menit setelah berkumur dengan obat kumur,” katanya.