Jakarta — Film horor Korea Salmokji: Whispering Water tengah ramai diperbincangkan dan viral di media sosial. Popularitas film ini membuat lokasi aslinya, Waduk Salmokji, didatangi banyak penggemar yang penasaran dengan kisah mistisnya.
Waduk yang terletak di Yesan tersebut awalnya dibangun pada 1982 sebagai sumber air untuk pertanian. Namun, seiring waktu, tempat ini dikenal sebagai lokasi angker di kalangan komunitas okultisme.
Fenomena viral ini membuat ratusan orang nekat datang pada malam hingga dini hari untuk menguji nyali. Sejumlah pengunjung bahkan membagikan pengalaman mereka di media sosial.
Melansir Korea JoongAng Daily, salah satu pengunjung mengaku mengalami gangguan sinyal saat berada di lokasi.
“Ponsel dan internet saya tidak berfungsi selama beberapa saat,” tulisnya.
Berawal dari Urban Legend
Salmokji mulai dikenal luas sejak ditampilkan dalam program Midnight Horror Story pada 2021. Acara tersebut menampilkan kisah-kisah horor yang dikirimkan penonton dan dibacakan oleh selebritas.
Salah satu cerita menyebut seorang wanita yang dipandu GPS hingga hampir menabrak waduk tersebut, lalu mengalami kejadian buruk setelah mengunjunginya.
Selain dikenal angker, waduk ini juga sempat menjadi lokasi memancing bagi warga, meski aktivitas tersebut dilarang.
Inspirasi Film dari Legenda Lokal
Sutradara Lee Sang-min mengungkapkan ide film ini muncul saat ia ingin membuat film horor bertema air.
“Saat merencanakan film horor berlatar air, saya menemukan legenda Salmokji dan mulai menulis naskahnya,” ujarnya.
Ia menggambarkan lokasi waduk sebagai ruang yang terasa ganjil dan menyeramkan.
“Pohon-pohon yang tumbuh dari air tampak menyeramkan, dan kabut seperti menarik orang masuk,” katanya.
Dalam film, Salmokji digambarkan sebagai batas antara kehidupan dan kematian, dengan karakter-karakter yang mendekati bahaya karena motif pribadi seperti rasa bersalah dan balas dendam.
Pengalaman Mistis Saat Syuting
Selama proses produksi, kru juga mengaku mengalami kejadian yang tidak biasa. Salah satunya adalah mendengar nada panggil telepon di area dengan sinyal yang sangat lemah.
Selain itu, beberapa anggota kru mengaku melihat sosok anak-anak di sekitar lokasi syuting.

