JAKARTA – Jetour mengandalkan program garansi jangka panjang dan perawatan berkala sebagai salah satu strategi untuk menjaga harga jual kembali atau resale value kendaraannya di pasar mobil bekas.
Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja mengatakan garansi tidak hanya memberikan perlindungan kepada pemilik pertama, tetapi juga membantu memastikan kondisi kendaraan tetap prima selama digunakan.
“Kalau dibilang second hand, salah satunya kita sudah menyediakan garansi itu tadi. Garansi itu kan sebenarnya bagaimana cara kita menjaga mobil agar tetap dalam kondisi prima, baik, terawat. Sehingga ketika dibutuhkan itu mobil tidak ada masalah,” kata Michael di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Jumat (31/7).
Menurutnya, kondisi kendaraan dan riwayat perawatan menjadi faktor yang dapat memberikan nilai tambah ketika mobil berpindah tangan.
Konsumen yang rutin melakukan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan akan memiliki catatan servis yang dapat menjadi pertimbangan calon pembeli mobil bekas.
“Jika melihat riwayat perawatan yang mengikuti arahan dari Jetour tentu saja itu akan menjadi nilai plus untuk konsumen kedua yang akan membeli, karena semuanya dalam kondisi prima,” ujarnya.
Jetour T2 i-DM Dapat Garansi 6 Tahun
Saat ini, salah satu program garansi terpanjang Jetour diberikan untuk T2 i-DM.
Model tersebut mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun tanpa batasan kilometer yang mencakup kendaraan dan mesin.
Sementara itu, sejumlah komponen kelistrikan mendapatkan garansi selama delapan tahun atau hingga 160.000 kilometer.
Garansi tersebut mencakup Power Battery dan Drive System, termasuk Control System, Drive Motor, serta Motor Controller.
Selain memberikan garansi, Jetour membebaskan pemilik T2 i-DM dari biaya perawatan berkala selama tiga tahun atau hingga 30.000 kilometer sesuai jadwal yang tercantum dalam buku servis.
Aftersales Deputy Director PT Jetour Sales Indonesia Wildan Suyuthi mengatakan layanan purnajual tersebut disiapkan untuk memberikan rasa aman kepada konsumen selama memiliki kendaraan.
“Kami ingin memastikan setiap konsumen mendapatkan rasa tenang dalam perjalanan mereka, mulai dari dukungan garansi dan perawatan berkala, ketersediaan suku cadang, hingga layanan konsumen yang siap membantu ketika dibutuhkan,” kata Wildan.
Servis Resmi Dinilai Bisa Jadi Nilai Tambah
Michael menambahkan program perawatan gratis juga menjadi salah satu cara perusahaan mendorong konsumen melakukan servis secara rutin di jaringan bengkel resmi Jetour.
Perawatan berkala dinilai penting untuk mempertahankan kondisi kendaraan sekaligus menghasilkan riwayat servis yang jelas.
Catatan tersebut nantinya dapat menjadi salah satu nilai tambah ketika pemilik ingin menjual kendaraannya di pasar mobil bekas.
“Mungkin salah satunya dari kita tetap menjalankan free maintenance, mengimbau konsumen untuk datang ke aftersales kita supaya kondisinya prima dan harga jualnya lebih baik di masa mendatang,” ucap Michael.
Dengan kombinasi garansi jangka panjang, perawatan berkala, ketersediaan suku cadang, serta riwayat servis yang terdokumentasi, Jetour berharap kondisi kendaraan tetap terjaga dan pada akhirnya turut mendukung harga jual kembali produknya.

