JAKARTA — Thailand dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kontes kecantikan transgender. Di balik gemerlap ajang tersebut, terdapat kisah Trithipnipa Thippaphada, sosok yang pernah meraih gelar Miss Trans World Thailand dan kemudian memutuskan untuk kembali menjalani hidup sebagai pria.

Perjalanan hidup Thippaphada tidak selalu mudah. Lahir pada 1989, ia menghadapi kesulitan finansial sejak kecil. Ketika berusia 16 tahun, ia mulai bekerja di klub malam untuk membantu melunasi utang keluarga sekaligus menabung untuk menjalani operasi afirmasi gender.

Perjalanan dari Kontes Kecantikan hingga Puncak Popularitas

Pada usia 24 tahun, Thippaphada mulai menjalani kehidupan sebagai perempuan. Ia kemudian mengikuti kontes kecantikan Miss Tiffany Universe Thailand pada 2013 dan berhasil meraih posisi runner-up pertama.

Popularitasnya semakin meningkat pada 2019 ketika ia dinobatkan sebagai Miss Trans World Thailand. Kemenangan tersebut membuatnya dikenal sebagai figur publik dalam komunitas kecantikan transgender di Thailand.

Namun, perjalanan hidupnya kembali menjadi sorotan setahun setelah kemenangan tersebut. Thippaphada mengumumkan rencana untuk menjalani prosedur medis agar kembali memiliki karakteristik fisik laki-laki.

Merasa Lebih Nyaman dengan Penampilan Maskulin

Menurut laporan Kbizoom, Thippaphada mengungkapkan bahwa dirinya merasa lebih nyaman mengenakan pakaian pria, berambut pendek, dan menampilkan penampilan yang lebih maskulin.

Perasaan tersebut muncul setelah sekitar enam tahun menjalani kehidupan sebagai perempuan. Keputusannya kemudian menarik perhatian publik, terutama karena ia sebelumnya dikenal melalui ajang kecantikan transgender.

Kisah Thippaphada memperlihatkan bahwa pengalaman dan pemahaman seseorang terhadap identitas dirinya dapat berkembang seiring waktu. Perjalanan tersebut bersifat personal dan tidak dapat digeneralisasi untuk semua orang transgender maupun gender-diverse.

Kini Aktif dengan Nama Panggung ARM

Saat ini, Thippaphada dikenal dengan nama panggung ARM. Ia disebut masih aktif di industri hiburan Thailand sebagai model, figur gender-fluid, dan kreator konten.

Belum lama ini, ARM kembali menjadi perhatian media setelah mengaku mengalami komplikasi serius akibat suntikan filler. Kondisi tersebut dilaporkan menyebabkan pembengkakan parah pada wajahnya hingga ia kesulitan membuka mata.

Meski demikian, detail medis mengenai komplikasi tersebut perlu merujuk pada pernyataan langsung ARM atau sumber tepercaya. Informasi yang tersedia dalam naskah sumber belum menjelaskan jenis bahan yang digunakan, penyebab pasti komplikasi, maupun penanganan medis yang dijalaninya.