Jakarta — Seorang ahli di Meksiko menciptakan kartu edukasi bertema Pokémon untuk membantu anak-anak memahami sistem kekebalan tubuh. Inovasi ini diharapkan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting dalam melindungi manusia dari patogen serta ancaman lain seperti kanker. Namun, kompleksitas sistem ini kerap membuatnya sulit dijelaskan, terutama kepada anak-anak.
Marion Brunck, seorang ahli imunologi di National Autonomous University of Mexico, mengembangkan kartu edukatif untuk mengenalkan fungsi sistem imun manusia kepada anak-anak. Kartu tersebut dibuat unik dengan mengambil inspirasi dari permainan kartu Pokémon.
“Saya mendapatkan ide ini ketika putra saya berusia enam tahun, dan dia sangat menyukai Pokémon. Saya berpikir tentang bagaimana saya dapat menggunakan acara itu sebagai analogi untuk berbagai jenis sel imun,” ujar Brunck seperti dikutip The Scientist.
Brunck menjelaskan, ia mengadaptasi karakteristik setiap sel imun, seperti sel B yang menghasilkan antibodi, dengan konsep kemampuan berbeda yang dimiliki tiap karakter Pokémon.
Dalam proses pembuatannya, ia juga memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan ilustrasi kartu. Versi awal kartu hanya menampilkan sel imun, sehingga siswa dapat membandingkan fungsi masing-masing sel.
Seiring waktu, kartu tersebut diperbarui dengan menambahkan elemen “musuh” seperti bakteri, virus, dan sel kanker agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual.
“Saya harus menggeneralisasi beberapa konsep untuk memasangkan satu sel imun secara luas dengan berbagai agen ini. Saya juga merujuk pada pematangan beberapa sel, seperti sel dendritik dari monosit, dengan membuat kartu-kartu tersebut berwarna sama, yang mirip dengan evolusi di Pokémon,” jelasnya.
Meski memiliki latar belakang sebagai ahli imunologi, Brunck mengakui bahwa menyederhanakan konsep sistem imun untuk anak-anak bukan hal mudah. Ia harus menyesuaikan materi agar tidak terlalu rumit bagi anak usia enam tahun.
Pada versi terbaru, beberapa detail tambahan telah dimasukkan, meskipun masih ada banyak konsep yang belum disertakan demi menjaga kesederhanaan.
Kartu edukasi ini pun mendapat respons positif dari anak-anak.
“Mereka sangat menyukainya! Dalam set aslinya, anak-anak sangat senang bertukar kartu. Awalnya, mereka ingin mencoba mencari tahu sel imun mana yang terbaik berdasarkan kemampuannya, tetapi pada akhirnya, mereka sepakat bahwa semua sel bekerja sebagai tim, yang sangat menyenangkan untuk disaksikan,” ujarnya.

