Jakarta — Penyebab Tim Curry meninggal dunia akhirnya terungkap. Aktor yang dikenal lewat Home Alone 2: Lost in New York, The Rocky Horror Picture Show, dan It tersebut meninggal dunia pada usia 80 tahun akibat penyakit arteri koroner (coronary artery disease).

Informasi tersebut berasal dari dokumen Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles County yang diperoleh People. Dokumen itu juga mencatat riwayat stroke dan kanker ginjal sebagai kondisi yang turut berkontribusi terhadap kematian Curry.

Tim Curry meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) di kediamannya di kawasan Toluca Lake, Los Angeles, Amerika Serikat. Perwakilannya, Marcia Hurwitz, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Curry meninggal dengan tenang di rumahnya.

Baca Juga:Jakarta — Ruben Onsu dan Sarwendah kini menghadapi sejumlah masalah hukum satu dengan yang lain setelah resmi bercerai. Berawal dari isu hak asuh anak, keduanya juga berhadapan dengan dugaan wanprestasi hingga masalah lainnya. Mantan suami istri tersebut saling lapor dan gugat satu dengan yang lain dalam beberapa bulan terakhir. Pertikaian mantan pasangan suami istri itu meledak pertengahan 2026, bermula dari masalah pelaksanaan perjanjian pascacerai mereka yang dikenal sebagai Akta 39. Berikut update terbaru kasus-kasus Ruben Onsu dan Sarwendah. Kasus hak asuh anak Kasus hak asuh anak ini diajukan Ruben Onsu kepada Sarwendah pada 30 Juni 2026 di PN Jakarta Selatan. Ruben mengajukan gugatan tersebut bermula dari masalah pembagian waktu pengasuhan kedua anak mereka, dugaan bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman, hingga dugaan eksploitasi anak. Kini, kasus tersebut memasuki tahap pembuktian awal. Teranyar, Ruben telah menyerahkan total 61 bukti pada persidangan Rabu (21/10). Agenda sidang gugatan hak asuh anak tersebut akan kembali digelar pada 28 Oktober 2026 dengan agenda kubu Sarwendah membawa bukti untuk mempertahankan hak asuh. Kasus dugaan wanprestasi Pada 28 September 2026, Sarwendah menggugat Ruben Onsu ke PN Jakarta Selatan atas dugaan wanprestasi terkait komitmen pascaperceraian yang tertuang dalam Akta Notaris Nomor 39. Jaenudin selaku pengacara Sarwendah mengatakan pokok gugatan berkaitan dengan pembayaran cicilan dua rumah di kawasan BDN dan Rempoa yang masih menjadi agunan bank. Sarwendah menilai pelaksanaan kesepakatan dalam akta tersebut tidak sesuai dengan yang disepakati kedua pihak. Karena itu, gugatan diajukan untuk memperoleh kejelasan mengenai kewajiban pembayaran cicilan kedua aset tersebut. Dalam upaya penyelesaian perkara, Sarwendah juga mengusulkan vila milik Ruben sebagai pengganti pembayaran cicilan kredit rumah yang dipermasalahkan dalam gugatan. Per Selasa (20/10), perkara tersebut masih menjalani agenda mediasi. Hakim mediator memberikan waktu dua pekan kepada kubu Ruben untuk mempelajari resume perdamaian yang diajukan Sarwendah sebelum menentukan sikap dalam sidang mediasi berikutnya. Dugaan pencemaran nama baik Di tengah perkara hukum keduanya yang bergulir di PN Jakarta Selatan. Ruben dan Sarwendah turut membuat laporan kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Ruben melaporkan tiga perkara ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026, yang dua di antaranya menyeret nama Sarwendah. Laporan itu dibuat setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call dirinya dengan seorang pria di media sosial pada Sabtu (10/10). Pertama, Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait dugaan akses ilegal data pribadi anaknya, Betrand Peto. Kemudian, ia melaporkan dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman video call tersebut. Kemudian pada Kamis (22/10), Pablo Benua selaku pengacara Sarwendah mengonfirmasi kliennya telah melaporkan 46 akun media sosial ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Deret laporan mantan pasangan suami istri tersebut tengah diproses oleh pihak kepolisian. Hingga kini belum diketahui sosok pasti yang dilaporkan oleh Ruben maupun Sarwendah. (van/chri)

Kabar mengenai penyebab kematian tersebut baru terungkap sekitar satu pekan setelah Curry meninggal.

Tim Curry Pernah Alami Stroke Parah pada 2012

Sebelum meninggal, Tim Curry memiliki riwayat kesehatan yang cukup berat. Ia mengalami stroke serius pada 2012 yang berdampak besar terhadap kondisi fisiknya.

Setelah mengalami stroke, Curry mengalami kelumpuhan pada sisi kiri tubuhnya dan harus menggunakan kursi roda. Ia juga sempat tidak dapat berbicara selama beberapa minggu setelah kejadian tersebut.

Kemampuan bicaranya kemudian kembali pulih sekitar satu tahun setelah stroke. Namun, keterbatasan fisik yang dialaminya membuat Curry lebih banyak berfokus pada pekerjaan voice acting selama sisa kariernya.

Dalam sebuah acara pemutaran film peringatan 50 tahun The Rocky Horror Picture Show pada September 2025, Curry sempat berbicara mengenai kondisi fisiknya.

“Saya masih belum bisa berjalan, itulah sebabnya saya duduk di kursi konyol ini, dan hal itu sangat membatasi gerak saya,” ujarnya.

“Jadi, saya tidak akan bernyanyi ataupun menari dalam waktu dekat. Kaki kiri saya masih bermasalah cukup serius.”

Tim Curry Meninggal di Usia 80 Tahun

Tim Curry mengembuskan napas terakhir pada 25 Agustus 2026 dalam usia 80 tahun.

Curry merupakan aktor asal Inggris yang memiliki karier panjang di dunia film, televisi, dan teater. Namanya dikenal luas setelah memerankan Dr. Frank N. Furter dalam The Rocky Horror Show dan adaptasi filmnya, The Rocky Horror Picture Show.

Ia kemudian tampil dalam berbagai film populer, termasuk Clue (1985), Home Alone 2: Lost in New York (1992), dan Muppet Treasure Island (1996).

Curry juga dikenal sebagai pemeran Pennywise dalam miniseri It pada 1990, karakter yang kemudian menjadi salah satu peran paling ikonik sepanjang kariernya.

Karier Tim Curry Dimulai dari Panggung

Sebelum dikenal di Hollywood, Curry lebih dahulu membangun reputasinya di panggung teater London dan Broadway.

Kariernya mulai berkembang sejak tampil dalam produksi teater, sebelum namanya meroket secara internasional melalui karakter Dr. Frank N. Furter dalam The Rocky Horror Show.

Peran tersebut membuat Curry dikenal luas karena karakter eksentrik yang kemudian menjadi bagian penting dari budaya pop.

Selain dunia akting, Curry juga aktif sebagai pengisi suara. Setelah stroke yang dialaminya pada 2012, pekerjaan voice acting menjadi salah satu fokus penting dalam kariernya.

Kepergian Curry menutup perjalanan panjang seorang aktor yang dikenal melalui berbagai karakter ikonik di panggung, televisi, dan layar lebar.