JAKARTA – Mantan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria, Peter Szijjarto, mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi parlemen untuk bergabung dengan produsen kendaraan listrik asal China, BYD.
Keputusan tersebut diumumkan Szijjarto pada 15 Juli 2026, sebagaimana dilaporkan SHobserver. Melalui akun Facebook pribadinya, politikus berusia 47 tahun itu menyebut langkah tersebut sebagai transisi menuju peran internasional yang “sangat bergengsi” di salah satu perusahaan terkemuka dunia.
Szijjarto merupakan anggota Majelis Nasional Hongaria sejak 2002. Ia juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria sejak 2014 hingga Mei 2026.
“BYD adalah salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif selama 20 tahun terakhir dan pemimpin global dalam manufaktur kendaraan energi baru,” tulis Szijjarto, dikutip carnewschina.com.
Ia mengungkapkan mulai menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup sekaligus pengembangan lini bisnis baru di BYD.
“Mulai hari ini, saya akan menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup dan perluasan lini bisnis baru,” lanjutnya.
Perkuat Hubungan Strategis Hongaria dan BYD
Penunjukan Peter Szijjarto dinilai mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis antara Hongaria dan China, terutama di sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
BYD mulai membangun pabrik produksi kendaraan listrik pertamanya di Eropa yang berlokasi di Szeged, Hongaria selatan, pada 2024.
Setahun kemudian, pemerintah Hongaria dan BYD menandatangani perjanjian kerja sama strategis yang mencakup pendirian kantor pusat BYD untuk kawasan Eropa serta pusat penelitian dan pengembangan (R&D) baru di Budapest.
Saat penandatanganan kerja sama tersebut, Perdana Menteri Viktor Orbán menyatakan dunia tengah memasuki era transformasi yang ditandai oleh perkembangan teknologi baru dan perubahan permintaan konsumen.
Ia menilai kepemimpinan China di sektor kendaraan listrik menjadikan kemitraan strategis dengan BYD sebagai salah satu pendorong penting pertumbuhan ekonomi Hongaria.
Hongaria Jadi Basis Industri Kendaraan Listrik China di Eropa
Pada April, Perdana Menteri Magyari kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kolaborasi industri.
“Kami berharap dapat menjadikan perusahaan lokal Hongaria sebagai mitra bagi BYD, CATL, dan investor besar lainnya. Saya yakin kita pasti akan mampu mencapai kerja sama yang saling menguntungkan.”
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan dalam rantai pasok kendaraan energi baru asal China mulai memperluas investasinya di Hongaria.
Selain BYD yang membangun fasilitas produksi kendaraan dengan kapasitas 300.000 unit sekaligus mendirikan kantor pusat Eropa di Budapest, Nio juga telah membangun fasilitas energi di Eropa yang berfokus pada manufaktur dan penelitian serta pengembangan stasiun pertukaran baterai.
Di sektor baterai kendaraan listrik, perusahaan seperti CATL, EVE Energy, dan Sunwoda juga tengah membangun pabrik baterai di Hongaria.

