Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan penyandang disabilitas tetap memperoleh kesempatan mengikuti Program Magang Hub. Pada pelaksanaan angkatan kedua, pemerintah juga memperluas sasaran peserta dengan membuka peluang bagi lulusan profesi.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan kuota penerimaan penyandang disabilitas dalam program tersebut mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni minimal 1 persen di perusahaan swasta dan 2 persen di instansi pemerintah.

“Kalau untuk swasta, 1 persen. Kalau untuk negara, kementerian/lembaga, 2 persen,” ujar Afriansyah dalam Podcast Money Honey CNN Indonesia, Selasa (7/7).

Lebih dari 100 Penyandang Disabilitas Telah Mengikuti Program

Afriansyah menyebut lebih dari 100 penyandang disabilitas telah mengikuti Program Magang Hub pada angkatan pertama.

“Sudah. Waktu angkatan pertama ada 100 orang lebih,” katanya.

Menurutnya, peserta berasal dari berbagai kategori penyandang disabilitas, seperti disabilitas fisik maupun tunarungu. Penempatan peserta dilakukan berdasarkan bidang pekerjaan yang dipilih saat proses pendaftaran.

“Jadi dia cacat fisik, ada kakinya yang tidak sempurna, ada tangannya yang tidak sempurna, terus ada juga yang tunarungu. Mereka memilih spesifikasi bidang yang diminati,” ujarnya.

Perusahaan Sediakan Posisi yang Sesuai

Afriansyah mengatakan perusahaan swasta maupun instansi pemerintah telah menyediakan posisi kerja yang disesuaikan dengan kemampuan penyandang disabilitas.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah posisi call center di sektor perbankan.

“Ternyata disabilitas itu banyak di bank-bank sebagai call center. Mereka bekerja sebagai call center, gajinya sama,” kata Afriansyah.

Magang Hub Kini Dibuka untuk Lulusan Profesi

Selain memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas, Kemnaker juga membuka Program Magang Hub angkatan kedua bagi lulusan profesi, seperti apoteker dan perawat.

Menurut Afriansyah, langkah tersebut dilakukan karena lulusan profesi memerlukan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.

“Nah sekarang kita membuka profesi. Angkatan kedua ini profesi kita buka, seperti apoteker, kemudian perawat,” ujarnya.